Berita

Nono Sampono/RMOL

Pimpinan DPD: Ketahanan Suatu Negara Tergantung Agama Dan Budaya

SELASA, 03 JULI 2018 | 11:24 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam Kuliah Umum bertema "Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika: Pancasila dan Tantangan Kehidupan Berbangsa" di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (3/7).

Kuliah umum dihadiri lebih kurang 350 mahasiswa dari berbagai jurusan di UNJ juga puluhan dosen dan akademisi UNJ.

Di hadapan 350 mahasiswa tersebut, Nono Sampono menyampaikan korelasi agama, budaya dan Pancasila dalam memperkokoh ketahanan nasional Indonesia. Menurutnya, ketahanan suatu negara tergantung kepada agama dan budaya.
                                                                      

                                                                      
"Menurut saya maju dan rusaknya suatu bangsa pintu utamanya adalah agama dan budaya yang seimbang, jalan beriringan," ujar Nono Sampono di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika UNJ.

Selain, Nono Sampono, turut hadir pula tokoh nasional lainnya yaitu Ketua ForuM Silaturahmi Keraton, Sultan Sepuh Arief Natadiningrat, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, dan akademisi UNJ Komaruddin.

Pembukaan kuliah umum di hadapan mahasiswa UNJ tersebut dimulai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali oleh Nono Sampono bersama dengan Arief Natadiningrat dan Rektor UNJ Intan Ahmad, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Rawamangun.

Deklarasi Rawamangun sendiri merupakan pernyataan sikap bersama sebagai wujud kecintaan terhadap NKRI yang berisi empat poin utama. Pertama, komitmen mengawal dan menjaga keutuhan BKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kedua, komitmen menjaga kebhinnekaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia agar tetap harmonis menyatu dalam bingkai NKRI.

Ketiga, menjaga dan mengawal pendidikan di Indonesia dari pengaruh paham radikalisme, liberalisme, sekularisme, hedonisme dan materialisme yang saat ini menjadi ancaman serius bagu bangsa Indonesia. Keempat, mendukung pemerintah dalam pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan untuk memperkuat jati diri bangsa Indonesia yang berfalsafah Pancasila. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya