Berita

Politik

DPR Harus Tolak Hoax Pemerintah Soal Kenaikan BBM

SELASA, 03 JULI 2018 | 11:07 WIB | LAPORAN:

. Kalangan DPR dalam hal ini Komisi VII harus berani menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Cs.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mempertanyakan kebijakan yang diambil oleh Pertamina secara tiba-tiba pada 1 Juli 2018 lalu.

Pasalnya, berdasarkan RAPBN TA 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah menyatakan tidak akan ada kenaikan harga BBM, elpiji 3 kg dan listrik pada tahun ini.


"Kenapa kenaikan BBM ini serasa ada tiba-tiba. Bukankah SMI sudah bilang dalam APBN tidak ada kenaikan di tahun ini," ujar Andrianto saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (3/7).

Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan naiknya harga minyak dunia, Andrianto menduga kenaikan harga BBM itu berkaitan erat dengan defisit APBN yang kian melebar.

"Pilihan paling mudah ya bebankan ke rakyat. Padahal rakyat sudah begitu menderita akibat policy yang sangat neoliberalis," sesalnya.

Ditegaskan Andrianto lagi, kebijakan kenaikan BBM itu menunjukkan kalau rezim Presiden Joko Widodo semakin panik.

"Rezim menjilat ludah sendiri dengan kenaikan harga yang bertubi-tubi, BBM, elpiji dan listrik," ketusnya.

Terakhir, aktivis mahasiswa tahun 98 ini mendesak Komisi VII DPR untuk segera menolak kebijakan tersebut.

"DPR harus menolak. Karena pemerintah telah melakukan hoax dalam soal BBM ini," pungkas Andrianto. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya