Berita

Foto/Net

Politik

Terancam Tak Lolos Ke Senayan, Sebaiknya PDIP Tinggalkan Jokowi

SENIN, 02 JULI 2018 | 14:00 WIB | LAPORAN:

PDI Perjuangan diimbau untuk berpikir ulang mengusung calon petahana, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres tahun 2019 nanti.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengatakan pertimbangan itu merujuk pada hasil Pilkada serentak 2018 yang diselenggarakan pada Rabu 27 Juni lalu. Di mana mayoritas kader PDIP justru kalah telak jika dibandingkan dengan lawan mereka.

Padahal, selama kampanye, sosok Jokowi selalu diidentikkan dengan para kader partai berlambang banteng moncong putih itu. Jika memang kalah, maka itu artinya masyarakat menilai kepemimpinan Jokowi telah gagal membawa keadaan bangsa ini ke arah yang lebih baik.


"Saya rasa pilkada itu sebuah resonansi publik terhadap kinerja Jokowi yang gagal sehingga terimbas pada Pilkada yang diusung PDIP. Sebagai partai utama pengusung PDIP paling kena getahnya. Rakyat tahunya Jokowi itu PDIP, begitu sebaliknya," jelasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/7).

Kekecewaan masyarakat yang merasa Jokowi tak berhasil pada pemerintahan periode pertama, menurutnya bakalan berimbas banyaknya calon anggota legislatif dari PDIP tumbang dengan caleg lain. Ujung-ujungnya, PDIP bisa saja tidak lolos Parliamentary Threshold (PT) atau tak lolos ke Senayan.

"Haqul yakin Jokowi kalah dan PDIP bisa tidak lolos PT," sebutnya.

Makanya, lanjut Andrianto, sangat riskan bagi PDIP untuk tetap bersikukuh ingin mengusung Jokowi di ajang pesta rakyat lima tahunan itu.

"Baiknya mereka berpisah," pungkasnya. [fiq]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya