Berita

Foto/Net

Nusantara

Ribuan Warga Hadiri Syawalan Dan Gelar Budaya Di Yogyakarta

MINGGU, 01 JULI 2018 | 14:09 WIB | LAPORAN:

Ribuan warga Yogyakarta menghadiri Syawalan dan Gelar Budaya di Yogyakarta, Sabtu (30/6) malam.  Acara bertema ‘Merajut Kebhinnekaan, Merawat Pancasila’ dilaksanakan oleh Taruna Merah Putih (TMP) bekerja sama dengan GP Ansor dan Banteng Muda Indonesia (BMI).

Acara ini juga dihadiri Pimpinan Ponpes Ibnu Hadi Prambanan Sleman, Gus Jaroh dan Pimpinan Banser wilayah Yogyakarta dan tentunya Ketua Umum TMP Maruarar Sirait. Selain itu jamaah majelis Dzikir Pondok Pesantren Al Hadi Sleman, anggota TMP, Banser, BMI dan Masyarakat lainnya.

Acara itu juga menghadirkan banyak penampilan budaya dari ragam daerah seperti barongsai dan liong, tari Jawa, tari Bali, reog Ponorogo dan seni Hadroh. Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP TMP Maruarar Sirait mengajak masyarakat Yogyakarta mendoakan agar Pancasila dan NKRI makin kuat.


“Kita doakan kedepan Pancasila makin kuat di Yogya ini karena kita tahu miniature Indonesia. Kita tahu Yogya ini dihuni berbagai macam suku, agama, etnis tapi persatuan tetap terjaga,” ujar Maruarar dalam sambutannya.

Anggota Komisi XI DPR RI itu mengaku bangga dengan rakyat Yogja karena begitu menghormati perbedaan yang ada. Maruarar melihat perbedaan itu kalah dengan rasa persatuan dari rakyat Yogya yang lebih cinta kepada Pancasila dan Indonesia.

“Tepuk tangan buat rakyat Yogya yang saya tahu penuh santun dan punya sejarah  secara pas untuk perjuangan tegaknya Pancasila dan Indonesia,” kata Maruarar.

Ara sapaan akrab Maruarar, mengajak orangtua untuk mendidik anak-anak dengan nilai nilai dan budaya yang baik. Sebaliknya anak-anak juga harus menghormati orang tua, menjalankan perintah agama, punya daya saing yang tinggi, santun, bisa merubah nasibnya sendiri.

Ia mencontohkan Presiden Jokowi yang kerja keras dan tekun bisa menjadi Walikota, Gubernur hingga Presiden. Joowi bisa membuktikan langkah perubahan dan bisa menjadi presiden.

“Pak Jokowi itu jadi inspirasi ita semua. Dia bukan anak presiden, bukan anak menteri, bukan anak jenderal, dia bukan anak konglomerat, artinya besok besok anak tukang becak di Yogya, anak guru di atau anak siapapun kalau kerja keras, tekun, doa pada wakunya bisa menjadi presiden seperti bapak Jokowi,” ucapnya.

Manuarar juga bercerita bahwa dirinya pernah ditanya oleh tokoh NU Abdulrahman Wahid (Gus Dur) terkait pencalonan sebagai anggota legislatif. Ara yang merupakan orang batak beragama Kristen Protestan tapi bisa terpilih dari dapil Subang, Majalengka, Sumedang Jawa Barat yang 99 persen beragama Islam, 95 persen dari suku Sunda.

“Saya katakan ke Gusdur saya menemukan saudara sudara saya umat Islam yang sangat bersahabat yang sangat cinta perdamaian. Itu yang saya lihat. Saya merasakan Islam yang sangat terbuka yang sangat juga menikmati perbedaan perbedaan ini dan menurut saya pancasila adalah kado yang terindah dari umat Islam Indonesia kepada rakyat Indonesia,” paparnya.

Ketua TMP Yogyakarta, Adi Prasetya menambahkan, di kota budaya Yogyakarta ragam budaya Indonesia bisa hidup, tumbuh dan berkembang secara berdampingan dalam damai. Menurutnya, Indonesia ini kuat, bersatu karena ragam budaya itu menjadi salah satu pilarnya.

Adi mengatakan, sekitar 5.000 orang hadir dalam acara itu. Mereka terdiri dari jamaah majelis Dzikir Pondok Pesantren Al Hadi Sleman, serta dari anggota TMP dan BMI. Menurutnya penguatan budaya ini sangat penting terus dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat.

“Sebab selain karena budaya itu merupakan kepribadian bangsa Indonesia, juga karena pendekatan kebudayaan merupakan salah satu strategi menangkal paham-paham intoleran dan radikal yang bisa memecah belah bangsa Indonesia,” katanya. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya