Berita

Foto: Honeywell Indonesia

Bisnis

10 Guru Indonesia Belajar Ilmu Astronot NASA Di Amrik

MINGGU, 01 JULI 2018 | 10:28 WIB | LAPORAN:

Program tahunan Honeywell Educators at Space Academy (HESA) kembali mengirim 10 guru asal Indonesia untuk diberi pelatihan astronot dan luar angkasa di U.S. Space & Rocket Center (USSRC) di Huntsville, Alabama, Amerika Serikat.

Di sana para guru belajar cara-cara dan teknik mengajar yang inovatif agar mereka lebih mampu dalam membangkitkan ketertarikan murid-muridnya dalam pelajaran sains dan matematika.

Dalam program selama lima hari ini yakni dari 21 hingga 25 Juni 2018, para guru mengikuti pembelajaran intensif 45 jam di kelas, laboratori serta beragam pelatihan, dengan fokus pada eksplorasi luar angkasa.


Para guru juga belajar melalui simulasi pelatihan yang digunakan oleh para astronot NASA dan mengasah jiwa kepemimpinan dan kerja sama mereka, serta membangun jaringan dengan guru-guru dari negara lain.

Ke-10 guru yang dikirimkan dalam program HESA untuk mengikuti pelatihan di USSRC adalah Warsono (guru matematika di SMP Negeri 5 Cilacap), Mohammad Ridwan (guru sains di Sekolah Darma Yudha), Abdul Rahman (guru di MAN Insan Cendekia Gorontalo), Mega Lamita (guru SD Sekolah Tunas Daud), Darum Budiarto (guru di SMKN 1 Seram Bagian Timur, Maluku), Jessica (guru SDS Rhema En Cara, Bogor), Rosdiana Akmal Nasution (guru di Sekolah Bogor Raya), Faqih Al Adyan (guru matematika di Bunda Mulia School), Widia Ayu Juhara (guru matematika di SMP Taruna Bakti Bandung), dan Nur Fitriana (guru SD Negeri Deresan Sleman Yogyakarta).

"Kami mengundang guru-guru, memberi mereka beasiswa untuk diberi pelatihan supaya tujuannya guru-guru ini akan memberikan satu inspirasi, atau mereka punya cara baru untuk mengajarkan STEM (sains, teknologi, engineering, dan mathematics) supaya menumbuhkan minat yang lebih besar lagi bagi anak-anak. Tujuannya, agar ke depan anak-anak didiknya punya keinginan lebih luas untuk berkarya ataupun memiliki keinginan berkembang lebih jauh di bidang STEM,” kata Presiden Direktur Honeywell Indonesia, Roy Kosasih dalam konferensi pers Guru HESA, Siap Untuk Indonesia di Hotel JW Marriot Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, program HESA yang dimulai sejak 2013 ini bertujuan untuk membantu para guru menumbuhkan minat anak didiknya di bidang sains teknologi, engineering, dan matematika (STEM).

"Kita lihat, perkembangan industri di dunia semakin hari perkembangannya ke arah teknologi yang makin tinggi dan makin cepat berubah. Sekarang kita bicara internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI). Tapi di lain pihak, kita di Indonesia seperti negara-negara lain, mengalami kekurangan tenaga ahli khususnya di bidang engineering dan teknologi,”" ujarnya.

Hal tersebut, menurut dia, bisa dilihat dari jumlah lulusan di Indonesia yang sifatnya ke arah teknologi, ataupun pakar di bidang teknologi, sangat kurang dibanding kebutuhan. "Ini yang menjadi dilema apalagi semakin hari perkembangan teknologi makin meningkat," ucapnya.

Karena itu, Roy menerangkan, kondisi ini mendorong Honeywell sebagai perusahaan teknologi terkemuka untuk berupaya menumbuhkan minat di bidang sains teknologi, engineering, dan matematika (STEM) sejak dini.

"Dari kami, bukan hanya di Indonesia, Honeywell pusat di AS juga ingin mengupayakan bagaimana kita menumbuhkan minat anak-anak agar dapat dipersiapkan menjadi tenaga-tenaga kerja yang lebih andal di bidang sains teknologi, engineering, dan matematika (STEM)," paparnya. [wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya