Berita

Muhammad Syaugi/Net

Wawancara

WAWANCARA

Muhammad Syaugi: KM Sinar Bangun Belum Terlihat, Baru Talinya Saja, Jarak Pandang Bawah Air Sangat Pendek

MINGGU, 01 JULI 2018 | 09:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sampai saat ini Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban tenggelamnya KM Sinar Bagun di Danau Toba. KM Sinar Bangun teng­gelam pada 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.30 WIB. Kapal terse­but berangkat dari Simanindo menuju Tigaras. Sebelum tiba di Dermaga Tigaras, tiba-tiba KM Sinar Bangun mengalami oleng akibat pengaruh cuaca buruk, berupa angin kencang dan ombak cukup besar. Kemudian, kapal tenggelam.

Kapal diyakini mengangkut 188 orang, termasuk awak ka­pal. Sejauh ini baru 24 korban ditemukan, tiga di antaranya tewas. Sementara 164 orang belum ditemukan. Lantas ba­gaimana perkembangan pen­carian tersebut?Apakah sudah menemukan bangkai kapal dan barang lainnya? Lalu apakah ada korban lain yang ditemu­kan? Berikut penuturan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Muhammad Syaugi.

Bagaimana perkembangan hasil pencarian tim Basarnas terhadap korban tenggelamnya KM Sinar Bangun hingga kini?
Alhamdulillah Kamis siang kami membuahkan hasil yang signifikan. Di awal kami guna­kan peralatan yang kami miliki dan pertama menemukan 19 orang korban, 18 hidup dan satu yang meninggal. Kemudian ada tambahan dua meninggal dan tiga hidup.

Alhamdulillah Kamis siang kami membuahkan hasil yang signifikan. Di awal kami guna­kan peralatan yang kami miliki dan pertama menemukan 19 orang korban, 18 hidup dan satu yang meninggal. Kemudian ada tambahan dua meninggal dan tiga hidup.

Setelah itu kami mengguna­kan peralatan ROV (Remotely Operated Vehicle) milik Basarnas yang bisa mencapai kedalaman hingga 300 meter, tetapi kami belum bisa melihat dasar dari danau. Setelah itu kami dapat bantuan dari TNIAngkatan Laut, dan menggunakan alat yang na­manya multi-beam side scan so­nar. Alat tersebut bisa mencapai 600 meter. Namun demikian saat itu belum ditemukan.

Kenapa belum ditemukan?
Karena ada di kedalaman yang lebih dari 600 meter. Jadi setelah itu kami batalkan multi-beam sonar tersebut, dan diganti den­gan yang kemampuannya hingga 2.000 meter.

Barang itu besar sekali, ada di Tanjung Pinang kami ambil, kemudian kami pasang dengan apa yang ada di pelabuhan. Alhamdullilah dengan dijalank­annya multi-beam ini ada in­dikasi objek di dasar antara ketinggian 450-490 meter. Kami dalami terus untuk menemukan di titik tersebut. Namun de­mikian saat itu kami belum bisa melihat barang ini apa. Lalu dua hari lalu kami dapat pinja­man ROV yang kemampuannya bisa sampai 1.000 meter. Rabu kemarin kami cari pakai ROV tapi belum ketemu.

Pencariannya dilakukan di koordinat yang kami indikasi­kan sebagai tempat keberadaan objek tersebut. Alhamdulillah Kamis siang, sekitar pukul 13.15 kami betul-betul menemukan beberapa objek.

Objek apa yang ditemukan?
Ada beberapa objek, tapi tidak semua objek kami share kepada media, karena bisa mempengaruhi psikologi dari keluarga korban. Jadi sebagian saja saya share untuk membuktikan bah­wa tim dari Basarnas, TNI-Polri, KNKT, Jasa Rahardja, pemerinta daerah sudah bersama-sama bersinergi dan membuahkan hasil.

Salah satu objeknya adalah sepeda motor (sambil menujuk gambar). Bisa kita lihat ini lampunya, ini stang/stirnya, dan ini plat nomornya. Ada juga ini besi-besi yang saha belum tahu apa. Jadi dengan ROV kami bisa melihat benda-benda tersebut dari KM Sinar Bangun. Dari multi-beam sonar itu barang-barang ini hanya berjarak 50 meter. Lokasi penemuan itu berserakan kalau saya melihat kamera tersebut. Dengan temuan ini kita semua harus bersyukur kepada Allah SWT, dan sampai saat ini kami masih meneruskan pencarian tersebut.

Sampai saat ini apakah bangkai kapalnya juga sudah terlihat?
Kapalnya sendiri belum ter­lihat, tapi talinya sudah. Bagaimanapun ada keterbatasan jarak pandang di dalam danau, ja­rak pandang di sana itu sangat pendek.

Operasi pencarian dilaku­kan sampai kapan?
Sering saya sampaikan bahwa operasi ini pertama adalah tujuh hari. Setelah itu masih ada kemungkinan diperpan­jang tiga hari. Dan kami sudah perpanjang tiga hari sampai Rabu itu terakhir. Setelah 10 hari kami lihat progres itu ada, sehingga ditambah lagi 3 hari mulai Kamis ini.

Kapan temuan tersebut akan diangkat?
Kami masih memikirkan car­anya. Sebab kami belum punya alat untuk mengangkat dari kedalaman 450 meter. Saya sudah tanya di rekan-rekan saya tentang kejadian-kejadian itu kurang-lebih di 100 meter.

Seperti contoh kejadian Air Asia 40 meter bisa diselam, (KM Sinar Bangun) ini tidak bisa. Jadi tolong bersabar. Sering saya katakan saya memiliki tiga kata kunci, pertama adalah pemerin­tah hadir, dan sampai sekarang terbukti kami ada.

Kedua kami all-out dalam pencarian menggunakan daya yang kami miliki, termasuk dengan memberdayakan masyarakat. Setiap hari di danau tersebut ada 17-20 kapal di da­nau yang membantu pencarian. Mereka sangat antusias untuk membantu.

Lalu yang ketiga adalah kami bekerja dengan hati. Saya di sana sudah mendatangi tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat untuk permisi dan minta doa agar pencarian ini membuahkan hasil. Dan Alhamdulillah Kami siang hal itu terjadi. ***

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya