Berita

Politik

Rupiah Kian Terpuruk, Jokowi Akan Sulit Pertahankan Kursi Presiden

SABTU, 30 JUNI 2018 | 07:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Empat tahun berkuasa, Presiden Joko Widodo kembali gagal mewujudkan nilai tukar rupiah di level Rp. 10.000 per dolar AS.

Yang ada saat ini nilai tukar rupiah malah anjlok hingga menyentuh angka Rp. 14.410 pers dolar AS. Kondisi ini tentu tidak baik karena efek domino yang ditimbulkan sangat luas.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, jika dibiarkan terus naik bahkan hingga mencapai level Rp 15 ribu maka ekonomi nasional sudah masuk dalam kategori bahaya.


"Dasarnya adalah daya beli masyarakat akan terus menurun akibat mahalnya harga barang-barang, selain itu, yang patut diwaspadai adalah munculnya gelombang PHK akibat banyaknya perusahaan yang gulung tikar karena bahan baku yang dibutuhkan sangat mahal," tutur Jajat dalam keterangannya kepada redaksi, Sabtu (30/6).

Menurutnya, di satu sisi pemerintah masih berkeyakinan pembelanjaan besar-besaran yang dilakukannya pada bidang infrastuktur akan menjadi salah satu penunjang kuatnya fondasi ekonomi nasioal. Akan tetapi fokus terhadap infrastruktur adalah keliru jika mengabaikan kondisi perekonomian yang menimpa rakyat saat terutama akibat dari melemahnya nilai tukar rupiah.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, lanjut Jajat, rasanya sulit mempercayai semua argumen yang dilontarkan oleh pemerintah mengingat efek dari keterpurukan rupiah terhadap dolar sudah mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat terutama perusahaan yang masih mengandalkan bahan bakunya impor.

"Mengingat tahun ini sudah memasuki tahun politik jika tidak ada perubahan lebih baik, akan sulit bagi Jokowi mempertahankan kekuasaannya, karena segudang prestasi infrastruktur tidak akan berarti di mata masyarakat jika harga-harga tetap melambung tinggi," tutupnya. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya