Berita

Foto/Net

Bisnis

Menteri Enggar Tetap Waspada

Eropa Tunda Larangan Sawit
JUMAT, 29 JUNI 2018 | 09:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Uni Eropa menunda pelarangan impor minyak sawit dari Indonesia untuk campuran biodiesel menjadi 2030 dari 2021. Kebijakan tersebut tertu­ang dalam Renewable Energy Directive (RED) II. Namun, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tetap waspada.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, pada pelarangan yang pertama, semua produk minyak sawit dan turunannya dilarang masuk Uni Eropa. Namun, untuk minyak sawit pelarangannya didahulukan pada 2021

"Penundaan ini akan kita pelajari lagi. Harus kita per­hatikan apakah tujuannya itu hanya minyak sawit aja atau yang lain juga. Kita harus hati-hati melihat ini,"  kata Oke di Jakarta, kemarin.


Berdasarkan arahan Menteri Koordinator Bidang Kemariti­man Luhut Binsar Pandjaitan, kata dia, pemerintah ingin memastikan keputusan ini juga berlaku untuk produk lain agar sifatnya tidak diskriminatif. Artinya semua vegetable oil juga tidak mendapat pelaran­gan hingga 2030.

"Karena kan yang awalnya yang 2030 adalah yang lainnya first generation, tapi palm oil didahulukan pada 2021. Seka­rang ini palm oil mundur jadi 2030 artinya harusnya sama dengan yang lain," jelasnya.

Oke mengatakan, kemung­kinan ada perubahan kriteria terkait impor oleh Uni Eropa. Sebab itu, pemerintah akan memastikan jika tidak ada kriteria yang merugikan.

Jika dalam pelaksanaan ke­bijakan pengurangan impor minyak sawit terdapat dis­kriminasi yaitu hanya minyak sawit saja yang dibatasi dan minyak nabati tida mendapat perlakuan yang sama, maka pemerintah Indonesia siap mengajukan gugatan.

"Tahap pertama yang kita pastikan manakala terjadi dis­kriminasi, kita lakukan dulu secara normatif kita gugat, apakah itu nanti mau retaliasi atau apa itu cerita lain," te­gasnya.

Sebelumnya, Menteri Per­dagangan Enggartiasto Lukita tidak puas dengan adanya penguluran waktu tersebut. Ia tetap mengharapkan Uni Eropa mencabut larangan masuknya produk minyak sawit asal Indonesia.

"Ya walaupun mereka undur dari 2021 ke 2030, tapi kita tetap persoalkan seyogyanya tidak dibatasi. Seandainya kita juga membatasi Airbus sampai 2030 kan juga tidak enak kan. Atau kita bilang wineEropa sampai 2030 itu juga tidak baik," ungkapnya.

Dia menjelaskan, meskipun Uni Eropa mengundur rencana larangan hingga 2030, namun tetap saja rencana itu tetap saja memberikan sentimen negatif terhadap industri sawit juga terhadap situasi perdagangan dengan Indonesia.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono, mengatakan keputusan penundaan tersebut paling tidak dapat men­jadi solusi jangka pendek. Den­gan adanya penundaan ini, posisi Indonesia cukup bagus untuk mempertimbangkan hubungan perdagangan beberapa negara Eropa.

"Indonesia juga punya pelu­ang untuk meningkatkan ekspor sawit ke Uni Eropa dan mencari negara ekspor lainnya agar tidak hanya bergantung dengan Eropa," tegasnya. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya