Berita

Foto:Net

Politik

Semoga Lembaga Survei Yang Telah "Dipermalukan" Di Jabar Dan Jateng Sadar

JUMAT, 29 JUNI 2018 | 09:47 WIB | OLEH: SYAFRIL SJOFYAN

ADA benarnya omongan Dr. Rizal Ramli dalam satu kesempatan menyampaikan bahwa lembaga survei mengunci calon-calon lawan/oposan sekitar 20 persen, hasil lawan dikurangi sekitar 20 persen.

Hasil sementara Pilkada serentak 2018 yang baru saja usai di Jabar dan Jateng menjadi bukti. Sejak awal sampai seminggu sebelum pencoblosan Pilkada serentak, lembaga survei yang "terkenal" tersebut di Jabar selalu menempatkan pasangan cagub ASYIK (satu satunya cagub di Jabar yang mengusung tema #2019GantiPresiden) dengan angka 5 persen - 8 persen nyatanya hasil sementara pilgub Jabar, pasangan tersebut mendapat sekitar 30 persen.

Begitu juga di Jateng, semua lembaga survei (mereka pernah diundang ke Istana) menempatkan SS cagub Jateng(oposisi) 15 persen - 20 persen, nyatanya hasil sementara sekitar 40 persen. Gila bener selisih dari hasil survei 20 persen-25 persen, angka yang sangat tinggi dengan angka yang lembaga survei tersebut gadang-gadang.


Selama ini Rizal Ramli sebagai Capres dikunci di angka 7 persen, bahkan banyak lembaga survei tersebut tidak mencantumkan nama Rizal Ramli pada lembaran daftar mereka sebagai capres (hal yang mustahil mereka lakukan untuk menghilangkan nama PS), sehingga yang mengisi lembaran survei sudah digiring dengan daftar nama yang mereka sediakan.

Seorang teman mantan aktivis yang menjadi petani pernah bercerita bahwa dia diberi lembaran survei capres, tapi disitu tidak ada nama RR tercantum.

Terkadang lucu Megawati, SBY yang pernah jadi presiden dan nama-nama yang tidak pernah mencalonkan diri sebagai capres tercantum, bahkan nama yang hanya mencalonkan diri sebagai cawapres juga mereka masukan dalam daftar pilihan survei capres. Padahal sampai sekarang yang nyata-nyata deklarasi sebagai capres hanya tiga orang, oleh parpol Jokowi dan Prabowo, dan oleh dirinya sendiri satu satunya hanya Rizal Ramli dengan mengundang media pers ke rumahnya, sementara yang lain hanya digadang oleh relawan saja.

Lembaga survei selalu membuat daftar seakan calon presiden banyak sekali, lucunya lagi nama Rizal Ramli tidak diikutkan dalam survei mereka, karena satu satunya calon yang sangat konsisten melawan hegemoni neolib (Bank Dunia dan IMF), serta hegemoni Tiongkok. Rizal Ramli satu satunya capres yang tegas menyatakan Indonesia bukan antek Tiongkok dan bukan antek USA.

Jika saja lembaga survei memunculkan tiga nama Jokowi, Prabowo dan Rizal Ramli sebagai capres konfigurasi hasil akan berbeda, konstelasi politik dipastikan akan jauh berbeda dengan kondisi yang diarahkan selama ini, seakan-akan calon kuat hanya antara Jokowi dan Prabowo.

Penulis menutup tulisan ini dengan kata bijak bahwa tidaklah mungkin menutup matahari dengan telapak tangan. Semoga lembaga survei yang telah "dipermalukan" dengan hasil di Jabar dan Jateng sadar, atau jika memang punya martabat sebaiknya mengambil langkah membubarkan diri. [***]

Penulis adalah aktivis pergerakan 77-78 dan anggota Dewan Siyasah SI

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya