Berita

Jaya Suprana/RMOL

Jaya Suprana

Semangat Belajar Mandiri Tanpa Putus Asa

JUMAT, 29 JUNI 2018 | 08:48 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI dalam rangkaian kisah Wayang Purwa, tampil seorang ksatria bernama Palgunadi yang layak diangkat sebagai suri teladan semangat belajar mandiri tanpa putus asa.

Danuweda

Alkisah Palgunadi mencari Danuweda sebagai ilmu memanah sakti mandraguna tiada tandingan di marcapada. Hanya seorang mahapemanah yang menguasai kesaktian Danuweda yaitu Resi Dorna yang mengabdi sebagai mahaguru ilmu memanah di kerajaan Hastinapura.

Namun Profesor Dorna telah bersumpah bahwa dirinya hanya akan mewariskan ilmu Danuweda pada para putera kerajaan Hastinapura yaitu para Kurawa dan Pandawa. Maka ketika Palguna datang ke Hastinapura untuk memohon berguru memanah kepada Mahaguru Dorna, permohonannya ditolak. Palgunadi kecewa namun tidak putus asa maka mandiri mendirikan padepokan memanah.

Namun Profesor Dorna telah bersumpah bahwa dirinya hanya akan mewariskan ilmu Danuweda pada para putera kerajaan Hastinapura yaitu para Kurawa dan Pandawa. Maka ketika Palguna datang ke Hastinapura untuk memohon berguru memanah kepada Mahaguru Dorna, permohonannya ditolak. Palgunadi kecewa namun tidak putus asa maka mandiri mendirikan padepokan memanah.

Di padepokannya, Palgunadi membuat sebuah patung Resi Dorna dan belajar memanah kepada patung tersebut. Meski dianggap gila, Palgunadi tekun mempelajari ilmu memanah secara otodidak berbekal semangat belajar mandiri tanpa putus asa pada patung Resi Dorna  sehingga akhirnya menguasai ilmu memanah kesaktian mandraguna Danuweda.

Hastinapura Games

Pada suatu hari kerajaan Hastinapura menyelenggarakan Hastinapura Games di mana termasuk dipertandingkan adalah olahraga memanah dengan tokoh yang diunggulkan adalah Arjuna. Meski sama sekali tidak masuk daftar peserta di-seeded, namun Palgunadi nekad ikut serta Hastipurna Games dalam cabang memanah.

Ternyata Palgunadi berhasil mengalahkan Arjuna secara telak dengan tehnik memanah gaya Danuweda yang luar biasa sakti mandraguna. Arjuna marah kepada Resi Durna yang telah bersumpah hanya akan mengajarkan Danuweda kepada Kurawa dan Pandawa di mana Palgunadi memang tidak tergolong.

Resi Durna ketakutan kehilangan jabatan Profesor Memanah di universitas kerajaan Hastinapurna maka memaksa Palgunadi untuk memotong dua ibu jarinya sebagai bukti bahwa Palgunadi mustahil akan mampu lagi memanah.

Akibat setia kepada mahagurunya, Palgunadi yang setia kepada mahagurunya melakukan perintah mahagurunya untuk memotong dua ibu jarinya. Kemudian Palgunadi kembali ke padepokan memanahnya untuk kembali secara otodidak tekun dan disiplin mempelajari ilmu memanah tanpa menggunakan ibu jari di depan patung Dorna.

Setahun kemudian Palgunadi ikut serta dalam Hastinapura Games cabang memanah di  mana diyakini bahwa Arjuna akan berjaya meraih medali emas.

Meski kedua ibu jari Palgunadi sudah tiada, namun akibat semangat belajar mandiri tanpa putus asa, ternyata kembali Palgunadi mampu secara telak mengalahkan Arjuna.

Mandiri

Di dunia seni musik, saya tidak pernah berhenti menghargai, menghormati serta mengagumi para mahamusisi yang tidak pernah memperoleh pendidikan dari lembaga pendidikan musik namun otodidak learning by doing alias belajar sendiri seperti Wage Rudolf Supratman, Ismail Marzuki, Maladi, Gesang, Anjar Any, Ki Nartosabdho, Titiek Puspa, Manthous, Rhoma Irama dan lain-lain yang telah membuktikan pengejawantahan kesaktimandragunaan dalam berkarya musik adiluhur dan adiluhung.

Di dunia olahraga, saya tidak pernah berhenti menghargai, menghormati dan mengagumi Tan Joe Hok dan Ferry Sonnevile dkk yang atas upaya dan biaya mandiri tanpa dukungan pemerintah berhasil merebut piala Thomas Cup di Singapura pada tahun 1958.

Para beliau membuktikan bahwa yang menentukan keberhasilan manusia dalam berkarsa dan berkarya pada hakikatnya bukan lembaga pendidikan namun semangat belajar mandiri tanpa kenal putus asa. Namun tentu saja makin elok dan indah apabila semangat belajar mandiri tanpa putus asa didukung oleh negara dengan sistem dan lembaga pendidikan tanpa biaya bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan sila Keadilan Sosial Untuk Seluruh (bukan sebagian) Rakyat Indonesia. MERDEKA! [***]


Penulis adalah pembelajar apa yang disebut sebagai pendidikan



Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya