Berita

Foto/Dok

Bisnis

Komitmen Green Tourism, ITDC Manfaatkan Bus Listrik Produksi UI

KAMIS, 28 JUNI 2018 | 16:33 WIB | LAPORAN:

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia  (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok, menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan kawasan pariwisata.

Kedua MoU tersebut adalah MoU dengan Universitas Indonesia (UI) terkait pemanfaatan bus listrik produksi UI, serta MoU dengan Perum DAMRI terkait pengembangan dan pengelolaan Nomadic Tourism.

Penandatangan MoU berlangsung di Ruang Apung, Kampus UI Depok, dilakukan oleh Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer,Direktur Utama Perum DAMRI Setia N Milatia Moemin, serta Rektor UI Muhammad Anis, M. Met, yang disaksikan oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno.


“Sebagai wujud komitmen penerapan prinsip ramah lingkungan/green tourism serta peningkatan nilai lebih di kawasan pariwisata yang kami kelola, kami berencana untuk mengembangkan sarana dan prasarana transportasi ramah lingkungan di dalam kawasan, yaitu pembuatan bus listrik dengan Bus Listrik Produksi UI sebagai prototipenya,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer, Kamis (28/6).

“Penyediaan dan pengoperasian bus listrik ini menjadi pemanfaatan transportasi ramah lingkungan yang pertama di bidang pariwisata, dan merupakan dukungan kami terhadap pengembangan inovasi karya anak bangsa, sebagai wujud dari kehadiran BUMN untuk Negeri,” imbuhnya.

MoU ini akan menjadi tahap awal kerjasama ITDC dan UI untuk pengembangan bus listrik yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kawasan pariwisata The Nusa Dua dan The Mandalika.

“Sebagai tahap awal, kami menargetkan sejumlah unit Bus Listrik sudah dapat dipergunakan saat pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF/Bank Dunia yang akan berlangsung 12-14 Oktober di The Nusa Dua,” ujar Abdulbar.

Sedangkan MoU ITDC dengan DAMRI, ia menyebutkan mencakup sejumlah rencana kerja sama, yaitu pengembangan dan pengelolaan fasilitas akomodasi dengan konsep Nomadic Tourismdi The Mandalika, pelayanan transportasi dari Bandara Internasional Lombok (BIL) ke TheMandalika, serta pengoperasian bus listrik di The Nusa Dua dan The Mandalika.

Direktur Utama DAMRI Setia N Milatia Moemin menjelaskan fasilitas, akomodasi dengan konsep Nomadic Tourism yang akan dibangun DAMRI ini berupa Caravan atau Bus Hotel.

Caravan atau Bus Hotel yang akan menyediakan kamar-kamar hotel ini terbuat dari ex bus DAMRI yang dikaroseri ulang menjadi setara kamar hotel bintang 3 atau bintang 4.

Target pasar hotel ini adalah anak-anak muda yang mencari hal-hal yang unik. Dari riset yang telah dilakukan oleh DAMRI, lokasi yang ideal untuk akomodasi berbentuk caravan ini adalah di daerah-daerah remoteyang memiliki pantai indah maupun surfing spot.

Untuk itu dipilihlah lokasi di area Gerupuk, The Mandalika, yang terkenal karena pantainya yang indah dan memiliki titik-titik surfing untuk berbagai tingkat, mulai tingkat pemula sampai tingkat advance.

Abdulbar menambahkan inovasi melalui penyediaan fasilitas akomodasi dengan konsep Nomadic Tourism yang digagas melalui sinergi BUMN ini merupakan konsep wisata yang unik dan baru di The Mandalika bahkan di NTB.

Pola kerja sama yang dilakukan kemungkinan dalam bentuk KSO dimana DAMRI menyiapkan bus hotelnya dan ITDC menyiapkan lahan serta infrastruktur dasar. Sementara operator bus hotel sendiri akan diseleksi bersama oleh ITDC dan DAMRI.

Sementara kerja sama pelayanan transportasi dari Bandara Internasional Lombok ke Mandalika dan sebaliknya, merupakan sinergi BUMN dalam penyediaan layanan transportasi regular yang nyaman dan terjangkau bagi  wisatawan yang berkunjung ke The Mandalika.  Dalam kerjasama ini, DAMRI akan menyediakan unit bus, sedangkan ITDC menyediakan halte bus.

“Melalui rencana kerjasama yang kami tandatangani hari ini, kami yakin wisatawan yang akan berkunjung ke The Nusa Dua dan The Mandalika akan semakin dimanjakan dengan fasilitas yang tersedia di kawasan pariwisata yang kami kelola.  Inovasi dan pengembangan pariwisata secara terus menerus ini kami harapkan akan berdampak positif pada tingkat kunjungan wisatawan, sehingga dapat membantu pencapaian target kunjungan wisatawan yang ditetapkan Pemerintah,” papar Abdulbar. [fiq]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya