Berita

Kiai Ma'ruf Amin/Net

Wawancara

WAWANCARA

Kiai Ma'ruf Amin: Umat Islam Tidak Boleh Golput, Kita Pilih Yang Berkomitmen Sejahterakan Rakyat

RABU, 27 JUNI 2018 | 09:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kiai Ma’ruf Amin meminta kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di pilkada yang digelar hari ini.
 
Masyarakat juga diminta untuk menjaga kondusifitas di lingkungannya masing-masing dengan menjunjung tinggi se­mangat persaudaraan, baik per­saudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyyah), maupun persau­daraan kebangsaan (ukhuwah wathoniyyah). Berikut penutur­an Kiai Ma'ruf selengkapnya:

Apa saja pesan Anda terhadap umat dalam pelaksanaan pencoblosan pada hari ini?
Jadi, bangsa Indonesisia khususnya yang berada di 171 daer­ah Insya Allah besok (hari ini) akan mengikuti pilkada seretak, sehubungan dengan hal tersebut MUI sekali lagi memberikan beberapa imbauan. Kepada selu­ruh masyarakat khususnya umat Islam untuk menggunakan hak konstitusionalnya dengan penuh kesadaran, tanggung jawab dan dengan niat yang ikhlas karena semata untuk melaksanakan ibadah. Pilkada hakekatnya merupakan ikhtiar untuk memilih pemimpin di daerah yang akan melaksanakan tugas untuk men­jaga nilai-nilai agama dan untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Jadi, bangsa Indonesisia khususnya yang berada di 171 daer­ah Insya Allah besok (hari ini) akan mengikuti pilkada seretak, sehubungan dengan hal tersebut MUI sekali lagi memberikan beberapa imbauan. Kepada selu­ruh masyarakat khususnya umat Islam untuk menggunakan hak konstitusionalnya dengan penuh kesadaran, tanggung jawab dan dengan niat yang ikhlas karena semata untuk melaksanakan ibadah. Pilkada hakekatnya merupakan ikhtiar untuk memilih pemimpin di daerah yang akan melaksanakan tugas untuk men­jaga nilai-nilai agama dan untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Umat Islam tidak boleh golput. Haknya harus ditunaikan. Umat Islam boleh memilih calon atau partai mana pun. Yang penting, calon yang dipilih punya komit­men kuat untuk mensejahterakan rakyat.

Kita ketahui bahwa terda­pat perbedaan pilihan antar masyarakat, apa tanggapan Anda?
Ya tentu kita harus menghor­mati dan menghargai perbedaan pilihan dengan sikap rendah hati, toleransi dan saling me­muliakan.

Konkretnya itu seperti apa?
Misalnya itu ya kita harus mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok dan golongan.

Tetapi kan melihat dari Pilkada 2017 lalu, perseteruan antar pendukung berlangsung panas. Apa solusinya?
Nah, untuk itu, kita juga harus menjunjung tinggi semangat persaudaraan, baik persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyyah), maupun persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathoniyyah).

Yang harus kita ingat, pilka­da serentak tahun 2018 tidak boleh menjadi ancaman persat­uan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pilihan boleh ber­beda tetapi semangat persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa harus tetap terpelihara dan terjaga.

Lantas, apa imbauan Anda untuk kepada para pasangan calon?

Kita meminta kepada pasangan calon, partai politik, dan tim sukses untuk menjauhkan diri dari praktik politik kotor seperti kampanye hitam, menyebarkan berita bohong (hoax), ujaran kebencian, fitnah, adu domba dan politik uang.

Meminta kepada seluruh masyarakat untuk dapat menerima hasil pilkada tahun 2018 dengan sabar, lapang dada dan tawakkal. Siapa pun yang terpilih adalah putra terbaik bangsa Indonesia.

Sebagai pimpinan ulama, apakah ada pesan juga untuk kepada para ulama?

Kepada tokoh agama dan aparat keamanan diimbau untuk ikut serta membantu mencip­takan suasana yang kondusif, aman, damai dan tenang, agar masyarakat dapat menggunakan hak konstitusionalnya dengan pertimbangan yang sehat, jernih dan rasional dan dengan penuh rasa kegembiraan tanpa ada te­kanan, intimidasi dan paksaan.

Lalu kepada para penyeleng­gara pilkada baik itu KPUD maupun Bawaslu bersikap ju­jur, adil dan profesional agar dapat terselenggara pilkada yang tertib, aman, damai dan bermartabat. Jangan sampai pilkada terciderai oleh sikap dan perilaku yang tidak jujur dan adil. Begitu juga netralitas PNS/ANS dan aparat keamanan akan memberikan citra positif bagi penyelenggaraan pesta demokrasi ini. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya