Berita

Pertahanan

Inilah Indikator Operasi Ketupat 2018 Versi Polisi

RABU, 27 JUNI 2018 | 06:29 WIB | LAPORAN:

Kegiatan pengamanan dan penanganan hari raya secara umum, baik arus mudik atau arus balik yang terjadi, cukup lancar. Indikatornya, jumlah titik kemacetan di ruas jalan tol yang dilalui pemudik relatif rendah.

"Pembangunan infrastruktur terutama pada jalan tol yang dilalui pemudik dari Merak menuju Surabaya sepanjang 7444,4 Km sangat mempengaruhi arus mudik dan balik tahun ini," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam siaran persnya, Selasa malam (26/6).

Untuk meningkatkan pelayanan di jalur lalu lintas, jelasnya, dilakukan peningkatan jumlah gerbang tol sebanyak lima unir dari semula 28 gerbang pada tahun 2017 menjadi 33 gerbang di tahun ini. Selain itu juga dilakukan penerapan transaksi tol secara cash-less menggunakan kartu.


"Polri sendiri dalam mengurai kemacetan arus mudik dan arus balik telah melakukan beberapa upaya. Antara lain, patroli sepeda motor di beberapa ruas jalan tol, pos kesehatan gabungan, penerapan kebijakan one way dan contra flow secara situasional dan penggratisan biaya tol apabila kemacetan sepanjang 3 kilometer," papar Setyo.

Hasilnya, pada saat pemberlakuan sistem one way kecepatan rata-rata kendaraan di atas 80 km/jam. Artinya tidak terjadi kemacetan yang berarti selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2018.

Selain itu, untuk pengawasan secara langsung dari Menko PMK, Kapolri, Panglima TNI, Menhub, Menpupera, Menkes, Mentan, Direktur Jasa marga dan stake holder terkait secara rutin telah melakukan pantauan arus mudik dan arus balik. Baik melalui udara ataupun darat.

Hasilnya, terjadi penurunan jumlah Laka Lantas selama Ops Ketupat tahun 2018 sebanyak 1.995 kejadian (turun-37 persen) dari sebelumnya 3.618 kejadian pada tahun 2017.

Serta penurunan perbandingan data jumlah korban meninggal dunia pada tahun 2018 sebanyak 467 orang (turun -37 persen) yang sebelumnya 742 orang pada tahun 2017, penurunan jumlah korban luka berat yang pada tahun 2018 sebanyak 583 orang (turun -15 persen) dari tahun sebelumnya (tahun 2017) yaitu  687 dan juga terdapat penurunan pada korban luka ringan yang pada tahun 2018 berjumlah 2.733 orang (turun -37 persen) dari tahun 2017 sebanyak 4.366 orang.

Dalam upaya menjaga ketertiban dari gangguan kamtibmas sebelum pelaksanaan perayaan Lebaran 2018, Polri telah melakukan cipta kondisi dengan penindakan peredaran dan penggunaan miras terhadap pelaku.

Hasilnya, sebanyak 834.269 liter miras oplosan dan 156.328 miras pabrikan berhasil diamankan. Sedangkan untuk penindakan petasan dengan rincian, 517 dus, 8.776 pak, 4.084.212 butir. Penindakan aksi premanisme dari 1.205 kasus dan sudah terselesaikan sebanyak 742 kasus.

"Artinya, terlihat jelas, untuk tren gangguan kamtibmas atau kejahatan menonjol mengalami penurunan di tahun 2018 ini, curanmor (turun-9,48 persen), curas senpi (turun -12,50 persen), curas (turun -25 persen) dan curat (turun -10,32 persen)," terang Kadiv Humas.

Kemudian, sinergitas antara Pemda dan Satgas Pangan serta para pelaku usaha dengan melakukan pengawasan melalui operasi ke pasar-pasar tradisional juga telah menghasilkan situasi stabilitas harga pangan yang sesuai dengan HET dan Harga Acuan serta tidak ada lonjakan harga yang signifikan.

Ketersediaan barang kebutuhan pokok selama puasa hingga lebaran 2018 secara keseluruhan terkendali bahkan melebihi kebutuhan karena kesiapan tanam telah dilakukan sejak empat bulan sebelum puasa.

Satgas Pangan tercatat telah melakukan penindakan sebanyak 782 penindakan dan berhasil mengamankan 409 tersangka. Sebanyak 373 kasus menyangkut penanganan kasus beras, holtikultura, ternak, pupuk dan kasus lainnya.

"Ops Ketupat tahun 2018 ini telah mendapatkan respon positif dari masyarakat di antaranya, keberhasilan Polri dalam mengurai dan mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Selain permasalahan lalu lintas, Polri juga dinilai berhasil menekan aksi kejahatan terorisme yang terjadi dengan menangkap 129 pelaku teroris, yang 17 di antaranya meninggal dunia. Ini berkat sinergitas Polri, TNI dan instansi terkait. Jadi, bukan hanya Polri saja," demikian Setyo. [wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya