Berita

Rahmat Effendi/Net

Hukum

Tebar Ancaman, Rahmat Effendi Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

RABU, 27 JUNI 2018 | 00:05 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Calon wali kota Bekasi Rahmat Effendi dilaporkan ke Bareskrim Polri karena dugaan ancaman kekerasan terhadap seseorang bernama, Ahmad Huzaifah.

Kuasa hukum korban, Tri Chandra Pamungkas menjelaskan, awalnya kliennya itu bermaksud melaporkan dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan oleh Rahmat Effendi, namun diminta untuk ditarik dengan alasan akan dijanjikan proyek perbaikan jalan Raya Cikunir, dengan total poyek sebesar Rp 2 miliar.

"Namun setelah laporan ditarik, kliennya yang sudah mengikuti lelang dan membayar fee sebesar 2 persen, ternyata tak kunjung mendapatkan proyek," kata dia di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa  (26/6).


Kemudian, masih menurut Chandra, kliennya yang merasa dibohongi bermaksud untuk membuka kembali kasus dugaan ijazah palsu Rahmat Effendi. Namun, ancaman malah diterima oleh kliennya dari orang-orang yang diduga kuat dekat dengan Rahmat Effendi.

"Sejak akan membuka kasus dugaan pemalsuan ijazah, berbagai ancaman kerap diterima. Mulai dari ancaman melalui whatsaap, kerap diikuti orang tak dikenal, dan sebagainya," katanya.

Chandra memiliki bukti yang sudah diserahkan kepada pihak kepolisian. Antara lain screen shoot pesan elektronik dan rekaman percakapan telepon antara kliennya dengan orang dekat Rahmat Effendi.

Laporan polisi atas dugaan ancaman ini diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim dengan nomor LP/B/786/VI/2018/Bareskrim.

Ahmad Huzaifah sebagai pihak yang melaporkan mengaku mengalami ancaman karena memegang  bukti surat pernyataan oleh saksi-saksi yang tidak pernah kenal dan tidak pernah bersekolah bareng dengan Rahmat Effendi.

Sehingga ijazah Rahmat Effendi diduga palsu. Bahkan dirinya juga mengaku memiliki bukti baru dugaan ijazah palsu S1 milik Rahmat Effendi. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya