Berita

Foto/Net

Politik

Anjuran Prabowo Terima Suap Pilkada Merusak Pilar Dasar Demokrasi

SENIN, 25 JUNI 2018 | 19:31 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Anjuran Prabowo Subianto agar masyarakat menerima suap berupa sembako dan uang dari peserta Pilkada jadi polemik.

Serikat Kerakyatan Indonesia (Sakti) menyebut saran yang dilontarkan capres yang juga ketum Partai Gerindra itu sebagai bentuk penghancuran terhadap budaya demokrasi yang bersih, bermoral dan beradab.

Selain juga pengingkaran terhadap cita-cita luhur yang paling asas terhadap kontestasi demokrasi sebagai pilar dasar negara demokratis, yakni jujur dan adil (Jurdil).


"(Saran Prabowo) itu dapat mendegradasi loyalitas masyarakat terhadap sistem demokrasi yang dapat mengakibatkan rusaknya democratic sustainability," kata Sekjen Sakti Girindra Sandino melalui pesan elektronik kepada redaksi, Senin (25/6).

Dia juga menyebut pernyataan Prabowo tersebut akan berpengaruh negatif pada konsolidasi demokrasi yang sedang dibangun, dan menimbulkan perpecahan. Perpecahan bisa timbul secara kasuistik maupun meluas ketika masyarakat lain mengikuti saran Prabowo, di sisi lain banyak masyarakat menolak karena merupakan pelanggaran hukum berat (pidana Pilkada).

"Ini harus diantisipasi pihak kemanan dan segenap elemen pro demokrasi. Oleh karena masyarakat pemilih bisa saja menjadi korban," kata Girindra.

Girindra menyebut Prabowo terkesan sedang melakukan manuver politik berupa pemetaan politik terhadap kelompok-kelompok rivalnya. Hal ini agar memudahkan melakukan strategi politik dalam Pilpres 2019, melihat siapa-siapa saja yang paling resisten terhadap pernyatannya tersebut.

Tetapi, katanya, dengan pernyataan tersebut Prabowo menunjukan sendiri kadar kenegarawanannya. Pernyataan Prabowo tersebut bahkan bisa menjadi bumerang politik atau senjata makan tuan dimana rivalnya dalam Pilpres 2019 mengkampanyekan gerakan anti korupsi.

"Ketika pembiasaan yang menodai demokrasi diterima secara luas atau setidak-tidaknya ditanggapi dengan sikap politik permisif, maka rusaklah sendi-sendi kokoh budaya demokrasi yang menjadi syarat mutlak konsolidasi demokrasi. Kami mengimbau agar elit-elit politik dapat mengendalikan emosi politik di tahun politik ini serta menggunakan kewarasan politik dalam pertarungan elektoral," tukas Girindra.[dem]

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan saran soal masyarakat menerima uang suap atau sembako lewat video yang diunggah di akun Facebook resmi miliknya pada Kamis, 21 Juni 2018. Prabowo menyebut sembako atau uang suap itu pada dasarnya adalah hak rakyat.

Prabowo yakin duit yang digunakan untuk menyuap adalah uang haram yang diambil dari hak masyarakat Indonesia.

"Tidak mungkin uang itu uang halal, tidak mungkin, mustahil. Itu pasti berasal dari uang bangsa Indonesia. Karena itu saya anjurkan kalau rakyat dibagi sembako, diberi uang terima saja karena itu hak rakyat," ucap Prabowo.

Meski demikian Prabowo meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dalam memilih calon kepala daerah.

"Pada saat menentukan pilihan, di depan tempat pemilihan, gunakan hati nuranimu, pilih sesuai hati dan pikiran."[dem]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya