Berita

Ilustrasi/net

Pertahanan

Netralitas Polri Masih Diragukan, Pilkada Berpotensi Konflik

SENIN, 25 JUNI 2018 | 14:22 WIB | LAPORAN:

Indonesia Police Watch (IPW) mencatat beberapa kasus ketidaknetralan anggota Polri masih terjadi menjelang Pilkada Serentak 2018.

"Meski sudah ada pejabat kepolisian yang dicopot dari jabatannya akibat mengkampanyekan paslon tertentu, tapi aksi ketidaknetralan polisi di berbagai daerah masih saja terjadi," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, dalam keterangan persnya, Senin (25/6).

Neta mencontohkan demonstrasi warga Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), pada 22 Juni 2018. Warga menuntut Kapolres setempat segera mengundurkan diri karena dugaan berpihak pada salah satu pasangan calon di Pilkada Tapanuli Utara. Bahkan, ada indikasi peran anggota DPR dalam kasus itu.


"Akibat ketidaknetralan polisi ini warga Tapanuli Utara khawatir terjadi konflik di daerahnya. Padahal warga berharap Pilkada 2018 bisa berjalan lancar dan aman tanpa keberpihakan oknum-oknum kepolisian pada paslon tertentu," jelasnya.

Melihat situasi yang memanas, lanjut Neta, Mabes Polri lewat Satgas Nusantara perlu segera turun ke Tapanuli Utara agar tidak terjadi konflik di daerah itu.

Tak hanya di Tapanuli Utara, masalah juga muncul di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya terkait pertemuan Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri dengan Ketua DPW PDI Perjuangan dan tim sukses Paslon tertentu di Kedai Kopi BT 10 Tanjungpinang.

"Untuk itu Wakapolda perlu menjelaskan pertemuan itu secara transparan agar Pilkada di daerah ini berjalan aman tanpa konflik," saran Neta.

IPW melihat imbas dari ketidaknetralan Polri di Pilkada 2018 telah memperburuk situasi keamanan di sejumlah daerah. Isu ini pun bukan pertama kali meledak. Ketidaknetralan polisi sempat marak diberitakan menjelang Pemilu 2009. Sejumlah kaos berlambang partai politik penguasa sempat ditemukan di sejumlah Polsek dan Polres. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya