Berita

Foto/Net

Bisnis

Pertamina Diwanti-wanti Tak Kibuli Rakyat Kecil

Akan Jual Elpiji 3 Kg Non Subsidi
SENIN, 25 JUNI 2018 | 10:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rencana PT Pertamina menjual gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi dikhawatirkan akan membuat komoditas sejenis bersubsidi menjadi langka. Oleh karena itu, Perusahaan pelat merah tersebut diwanti-wanti untuk tetap menjamin pasokan kebutuhan rakyat kecil.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdni­nand Hutahaean meminta, Per­tamina menjamin pasokan gas melon bersubsidi. Karena, aksi korporasi Pertamina tersebut akan menimbulkan kekhawati­ran di masyarakat. Pasokannya akan bernasib sama seperti bahan bakar minyak (BBM) Pre­mium, secara perlahan-lahan menghilang, setelah meluncur­kan BBM jenis Pertalite.

"Harga gas elipiji 3 kg ber­subsidi tidak naik. Tapi kami khawatir, barangnya tidak ada di lapangan (langka). Akhirnya, masyarakat nanti membeli yang non subsidi terus menerus," ungkap Ferdinand kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pekan.


Dia berharap, Pertamina mengelola kebijakan pelun­curan gas 3 kg non subsidi dengan bijaksana. Jangan sam­pai melakukan retorika, menge­labui publik seperti pengurangan Premium dengan memunculkan Pertalite.

Untuk menjamin pasokan, lan­jut Ferdinand, jumlah tabung gas 3 kg bersubsidi yang lama harus dipastikan tidak berkurang. Tidak ada tabung lama digunakan untuk mendistribusikan elpiji 3 kg non subsidi. Kemudian, pengawasan dan pelaksa­naan kebijakan harus dilakukan transparan. "Kami minta pemerintah dan Pertamina melaksana­kan kebijakan secara transparan dan terbuka," kata Ferdinand.

Pertamina Jamin Pasokan

Plt Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati menja­min pasokan gas 3 kg bersubsidi tidak akan dikurangi. Ditegas­kannya, jumlah kuota tabung gas bersubsidi tetap seperti saat ini. "Teknis penjualan gas elpiji 3 kg non subsidi sama seperti elpiji 12 kg saja. Untuk yang bersubsidi, kami jamin kuotanya tidak akan berkurang," tegas Nicke.

Dia menjelaskan, pihaknya menjual elpiji 3 kg non sub­sidi karena ada permintaan dari pasar. Banyak masyarakat inginkan kemasan yang lebih ringan dan paraktis.

"Karena ada permintaan ma­kanya kami sediakan. Target market kita, masyarakat yang tingga di apartemen dan ter­biasa dengan hidup praktis," jelasnya.

Untuk harga, Nicke mengaku pihaknya belum menentukan­nya.

Vice President Cooporate Communication PT Pertamina Adiatma Sardjito juga belum mau memberikan keterangan banyak tentang harga maupun jaminan pasokan gas elpiji ber­subsidi.

"Saat ini Pertamina masih melakukan kajian terkait elpiji 3 kg non subsidi, nanti kalau sudah selesai kajiannya saya infokan ke kawan-kawan media," kata Adiatma singkat kepada Rakyat Merdeka.

Sekadar informasi, Pertamina akan menjual elpiji 3 kg non subsidi mulai 1 Juli 2018. Ko­moditas itu kabarnya akan di­jual dikisaran Rp 39 ribu per tabung.

Dengan penjualan produk tersebut maka varian elpiji non subsidi Pertamina kini bertam­bah. Selain 3 kg, Pertamina men­jual gas 5,5 kg dan 12 kg.

Rencana Pertamina ingin menjual gas elpiji 3 kg non subsidi sebenarnya sudah lama disiapkan. Peluncuran ini di­harapkan bisa mendorong ka­langan mampu yang selama ini menggunakan gas elipiji 3 kg bersubsidi bisa beralih ke non subsidi. Sehingga subsidi tetap sasaran.

Perusahaan pelat merah terse­but sebelumnya sudah melakukan uji pasar di Tangerang. Pertamina mengklaim minat masyarakat ter­hadap gas eliji 3 kg cukup bagus. Oleh karena itu Pertamina melan­jutkan rencana menjual varian baru tersebut. Rencana menjual gas elpiji 3 kg non subsidi juga sebelumnya sudah dipaparkan di Senayan.  ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya