Berita

Olahraga

Argentina..Ohh Argentina..

Menembus Lolos Melalui Lubang Jarum
MINGGU, 24 JUNI 2018 | 17:01 WIB

SEMUA pencinta sepak bola pastilah memahami bahwa "goyang" Tango hanya sebanding bila disandingkan dengan "goyang" Samba-nya Brazil. Namun dalam perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia kali ini sepertinya "goyang" Tango tidak begitu menarik bagi penikmat olahraga sepak bola dunia. Bukan cuma tidak menarik, bahkan beberapa komentar mengatakan bahwa "goyang" Tango kali ini tidak lebih baik dari pada tiktok-nya "Dalinda".

Ada beberapa kelemahan yang dipertontonkan oleh tim Tango Argentina dalam perhelatan olahraga akbar sepakbola dunia yang berlangsung mulai 14 Juni-15 Juli 2018 di negeri "beruang" Rusia. Sehingga "goyang" Tango pun kehilangan "rasa" untuk disuguhkan bagi penikmat si kulit bundar.

Yang pertama adalah start awal yang kurang "greget". Melawan tim sekelas Islandia, tim Tango dibuat tak berdaya dengan hanya bermain imbang berbagi satu gol. Itu pun Messi yang digadang-gadang akan menghancurkan pertahanan Islandia dibuat tak berkutik. Termasuk ketika diberi kesempatan untuk membuka pundi-pundi gol lewat titik putih. Ketiadaan faktor "leader" dalam tim Tango pun menjadi masalah kurangnya greget saat berhadapan dengan tim non unggulan seperti Islandia. Begitu juga saat bertanding laga Kroasia pada pertandingan kedua, tidak ada greget untuk tampil sebagai pemenang meski telah tertinggal satu atau dua gol.


Kelemahan kedua adalah hancurnya mental bertanding. Hal ini tidak menampilkan mental "sang juara" dari tim sekelas Argentina. Tim Tango dengan mudah menyerah kepada tim Kroasia yang "menghancurkannya" lewat skor telak. Hancurnya mental bertanding itu terlihat dari kelemahan sektor pertahanan Argentina yang membuat kesalahan tidak penting. Faktor mental itu pula yang dieksploitasi oleh Kroasia yang akhirnya menang besar dengan angka 3 gol tanpa balas. Pun pada laga perdana, tidak tampak "spirit" untuk memperbaiki keadaan menjadi dominan terhadap lawan.

Dan yang terakhir adalah faktor "kebintangan" individu yang ada dalam tim Tango akan sangat berpengaruh bagi solidnya sebuah tim yang bekerja berdasarkan sebuah kebersamaan. Sosok seorang pelatih yang tidak mampu mengendalikan faktor kebintangan setiap individu dalam sebuah tim akan menghadapi banyak kendala yang berakibat pada kurangnya soliditas sebuah tim. Dan tentunya juga akan berpengaruh besar pada "daya gempur" tim untuk mencapai hasil yang besar. Jangankan untuk mencapai hasil yang besar, justru Argentina menempatkan timnya sebagai lumbung bagi tim-tim dalam satu grup untuk mendulang poin maupun gol. Apa yang dialami oleh tim Argentina sebenarnya berbanding terbalik dengan Kroasia maupun Islandia yang menerapkan semua punggawa timnya untuk menjadi "pekerja keras".

Menembus Lubang Jarum

Ada sebuah "asa" bagi tim Tango untuk lolos ke babak berikutnya. Karena dengan posisi sebagai juru kunci dalam grup saat ini, Argentina masih menyisakan satu pertandingan yang sangat "krusial". Lawan berikutnya adalah Nigeria. Permainan keras dan tak kenal menyerah yang kerap diperagakan oleh Nigeria telah memakan korban yaitu Islandia. Sementara tuntutan melawan Nigeria adalah wajib Menang! Menang menjadi "garansi" bagi Argentina untuk melaju ke babak berikutnya dengan predikat runner-up.

Bersiap untuk menghadapi tim juara Piala Afrika itu, Argentina tidak boleh tampil apa adanya sebagaimana yang sudah-sudah. Harus ada cara "ekstrim" yang harus ditempuh oleh pelatih Jorge Sampaoli untuk mengubah tipikal permainan tim Tango. Meski ini akan mengubah "image" banyak orang terhadap Argentina yang selalu mempertontokan sepak bola indah, namun upaya untuk meloloskan tim pada babak berikutnya merupakan prioritas utama. Dan cara tersebut mestilah berkaca kepada lawan-lawan Argentina sendiri pada pertandingan pertama dan kedua. Beberapa kelemahan yang telah dibahas oleh penulis di atas menjadi bahan utama untuk membuat rencana "tidak lumrah" tersebut. Juan Sebastian Veron pun mengatakan bahwa tidak adanya "seseorang" yang bertindak sebagai "leader" baik di lapangan maupun ruang ganti menjadi penyulut ego dari kebintangan para punggawa tim Tango.

Tentunya rencana ini harus pula didukung penuh oleh seluruh punggawa tim Argentina. Dengan bersatu padu dan melepaskan semua atribut kebintangan yang dimiliki, maka sudah sepantasnya Argentina berhak untuk melaju ke babak berikutnya.

Hal ini juga tak akan lepas dari hasil dari pertandingan antara Kroasia melawan Islandia di pertandingan akhir grup D. Argentina pun secara sukarela harus menyembah langit, laut dan gunung-gunung yang ada di seluruh Rusia agar Kroasia mampu mengalahkan atau paling tidak menahan imbang Islandia. Dengan demikian maka upaya tim Tango untuk menembus babak enam belas besar akan terbuka setelah berhasil meniti lubang jarum yang begitu sempitnya.[***]

Rivelson Saragih
Analisis dan reporter dadakan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya