Berita

Pertahanan

Polri: Target Terduga Teroris Subang Bukan Cakada Jabar

SABTU, 23 JUNI 2018 | 13:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Salah seorang terduga teroris berinisial M yang ditembak oleh Densus 88 anti teror Mabes Polri tidak pernah menargetkan salah seorang calon kepala daerah (cakada) di Jawa Barat.

Begitu dikatakan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto saat dikontak, Sabtu (23/6).  

"Target tidak terlalu spesifik tapi yang mereka ingin capai rasa takut masyarakat. Dia tidak menyasar si A, B, dan C tetapi rasa takut masyarakat,” jelasnya.


Oleh karena itu, Setyo berharap kepada publik terutama media agar tidak mengeksplorasi alias mendalami penangkapan ini.

Setyo khawatir hal itu berdampak ketakutan terhadap masyarakat yang tidak paham dan memahami secara jelas.

"Malah mereka takut berbuat, keluar rumah dan takut ini itu. Kalau itu terjadi teror itu berhasil,” ujarnya.

Untuk keamanan dan kelancaran Pemilihan Kepala Daerah, Polri sudah mengupayakan maksimal untuk menjamin pelaksanaannya berlangsung dengan baik.

“Kami Polri mengamankan tetapi masyarakat mempunyai tanggung jawab menjaga,” pungkasnya.

Kemarin, satu terduga teroris bernama Mukhlis ditembak mati oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Satgas Antiteror Polda Jabar. Penembakan dilakukan polisi sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Flyover Bypass Pamanukan, Kabupaten Subang, Jumat sore.

Muklis yang didentifikasi merupakan kelompok JAD Indramayu dan Subang berhasil diringkus di jalan Tirtapraja, Pamanukan, Subang, Jawa Barat. Diduga, Muklis akan melakukan teror atau yang mereka sebut dengan aksi amaliyah pada pelaksanaan Pilkada Serentak 27 Juni. [sam]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya