Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli Dan 100 Orang Paling Brengsek Di Indonesia

SELASA, 19 JUNI 2018 | 12:51 WIB | OLEH: HENDRI SATRIO

BANYAK orang yang mengaku kenal Rizal Ramli, hasil survei KedaiKOPI, lembaga survei yang merupakan singkatan dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia pun mengamini itu. Setidaknya ada 39 persen responden survei nasional yang pernah mendengar nama Rizal Ramli.

Padahal hanya mendengar namanya saja sangat jauh dari cukup untuk mengenal sang tokoh yang dikenal dengan jurus kepretnya ini. Saya pernah berseloroh lewat akun Twitter saya, mengajak bila anda punya kesempatan bertemu Rizal Ramli, kenali dia, ajak ngobrol, maka anda akan menemukan sosok hangat, sederhana dan cerdas dari sosok Rizal Ramli.

Menurut responden survei KedaiKOPI (hasil lengkapnya bisa diunduh di www.kedaikopi.co) Rizal Ramli dicitrakan sebagai ahli ekonomi dan orang baik. Setidaknya itulah yang diingat orang yang kenal Rizal Ramli.


Saya juga mungkin sama seperti anda, tidak terlalu kenal Rizal Ramli, saya hanya beberapa kali saja bertemu sang Rajawali Ngepret. Tapi saya selalu punya kesan mendalam tentang Menteri era Gusdur dan Jokowi ini.

Rizal Ramli merupakan sedikit tokoh saat ini yang sudah mendeklarasikan diri siap bertarung di pemilihan presiden 2019. Saya mencatat hanya Abraham Samad, sang panglima anti korupsi yang juga sudah deklarasi siap maju.

Setiap kali bicara dengan visi pencapresannya, Rizal selalu membawakan dengan lugas dan berapi-api. Biasanya, dia berdiri dan dengan gaya santai, Rizal menjelaskan apa yang akan dia lakukan untuk Indonesia kelak bila dirinya terpilih sebagai presiden.

Salah satu yang paling saya ingat adalah nasib 100 orang paling brengsek di Indonesia. Rizal sangat percaya diri dengan nasib orang paling brengsek ini. Menurutnya, untuk menimbulkan efek jera 100 orang paling brengsek di Indonesia harus ditangkap dan dibuang ke pulau yang memiliki populasi nyamuk malaria terbesar di Indonesia.

"Supaya bila ada yang meninggal dan petugas HAM mencari siapa pembunuhnya, maka yang melanggar HAM adalah nyamuk malaria," kata Rizal terkekeh.

Sikap tegas terhadap para orang paling brengsek di negeri ini dikatakan Rizal agar orang brengsek ke-101 dan seterusnya jera. Bila gerombolan orang paling brengsek ini bisa diatasi, Rizal yakin, pembangunan dan ekonomi Indonesia akan lebih cepat.

Kira-kira 1,5 bulan yang lalu, Rizal Ramli menyambut tantangan Presiden Jokowi yang mempersilakan siapapun untuk adu argumen dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang utang. Sangat disayangkan adu argumen ini tidak terpenuhi lantaran kubu Sri Mulyani memilih untuk tidak meladeni kesiapan Rizal Ramli.

Di kalangan dunia internasional, terutama di kalangan ekonom atau elit grup think thank tentang ekonomi, nama Rizal Ramli gilang gemilang, berbagai undangan riuh berdatangan ingin mendengarkan ide atau solusi ekonomi ala Rizal Ramli.

Hanya saja, Rizal Ramli tidak disukai kelompok ekonomi neoliberal. Hal ini lantaran ide ekonomi Rizal Ramli yang kerap terlalu membela kepentingan rakyat banyak.

Menanggapi tentang kontroversi pemberhentian Rizal Ramli dari Kabinet Kerja Jokowi sangat mudah. Penjelasannya seperti kontroversi kemenangan Real Madrid atas Liverpool di partai final Liga Champion di Kiev Mei 2018 lalu.

Semua penonton paham bahwa ada yang tidak beres dari keputusan wasit yang membiarkan tindakan kotor Sergio Ramos terhadap Karius kiper dan Salah penyerang Liverpool tapi tetap saja tidak bereaksi berlebihan karena paham bahwa semua momen di dalam lapangan adalah hak prerogratif sang wasit.

Saya pun termasuk yang tidak percaya sibuk mencari penjelasan mengapa seorang Jokowi yang dicitrakan sangat pro rakyat malah membebastugaskan seorang menteri yang paling jelas konsep dan posisinya dalam membela rakyat. [***]

Penulis adalah pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI)

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya