Berita

Kim Jong Un - Donald Trump usai pertemuan puncak di Pulau Sentosa, Singapura

Dunia

Trump Ingin Orang-orangnya Bersikap Seperti Orang-orang Kim Jong Un

SABTU, 16 JUNI 2018 | 10:29 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, membandingkan orang-orang di sekitarnya dengan orang-orang di sekitar Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, lewat sarkasme.

Hal itu terjadi kala Trump diwawancara Steve Doocy dalam acara "Fox and Friends", di halaman Gedung Putih, Jumat (15/6).

Trump mengungkapkan bahwa dia ingin "orang-orangnya" memperhatikan dirinya seperti halnya "orang-orang Kim Jong Un" duduk menyimak ketika pemimpinnya berbicara.


Trump menyebut Kim sebagai seorang kepala negara yang sangat kuat.

"Jangan biarkan siapa pun berpikir sesuatu yang berbeda. Dia (Kim) berbicara dan orang-orangnya duduk dengan perhatian. Saya ingin orang-orang saya melakukan hal yang sama," lanjut Trump, dikutip dari The Hill.

Sayangnya, Doocy tidak mengkonfirmasi apa yang dimaksud Trump dengan "orang-orangnya" dan "orang-orang saya".

Istilah "my people" dan "his people" yang dipakai Trump boleh jadi merujuk pada rakyat Korea Utara dan rakyat Amerika Serikat. Tapi bisa juga berarti orang-orang yang melapor langsung ke dua pemimpin.

Setelah sesi wawancara dengan Fox, giliran Trump berbicara kepada wartawan lain di halaman Gedung Putih.

Kontan, para jurnalis menanyakan Trump soal apa yang dimaksudnya soal keinginannya agar orang-orangnya mendengarkan dirinya seperti orang-orang Korea Utara mendengarkan Kim Jong Un.

"Saya bercanda. Anda tidak mengerti sarkasme," jawab Trump.

Di kesempatan terpisa, jurubicara Gedung Putih tidak menanggapi permintaan Hill untuk mengklarifikasi pernyataan itu.

Selama wawancara dengan Fox, Trump berkali-kali memuji Kim seperti yang ia lakukan usai pertemuan puncak mereka di Pulau Sentosa, Singapura pada Selasa (12/6).

"Kami bergaul dengan sangat baik, kami memiliki chemistry yang baik," kata Trump.

Di dalam negerinya sendiri, pujian-pujian Trump kepada Kim mendapat kecaman dari beberapa anggota parlemen AS.

Menariknya, Trump juga mendapat kecaman yang tak kalah keras ketika mengancam menghancurkan Korea Utara dengan nuklir pada beberapa bulan lalu. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya