Berita

Foto/Net

Politik

Pengamat: Indonesia Punya Peluang Jadi Juru Damai Semenanjung Korea

JUMAT, 15 JUNI 2018 | 03:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong UN di Singapura menjadi pendorong Indonesia sebagai juru damai di Semenanjung Korea. Terlebih Indonesia telah dipercaya dunia internasional untuk menjadi anggota tidak tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Begitu pandangan Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati. Menurutnya, langkah Indonesia menjadi juru damai Semenanjung Korea terbuka lebar setelah Indonesia terpilih sebagai anggota DK PBB.

"Pertemuan kedua negara di Singapura dapat mendorong Indonesia menjadi juru damai," ujar Nuning biasa disapa melalui pesan elektroniknya, Kamis, (14/6).


Menurut dia, selain menjadi anggota DK PBB, Indonesia juga memiliki rekam jejak yang baik sebagai juru damai konflik di dunia. Salah satunya peran Indonesia dalam konflik di Afganistan.

Saat itu Indonesia mengundang semua pihak yang bertikai di Afghanistan termasuk negara-negara tetangga.

"Presiden Joko Widodo telah sebagai juru damai konflik di Afghanistan beberapa waktu yang lalu," bebernya.

Lebih lanjut Nuning menilai, dorongan Indonesia sebagai juru damai di Semenanjung Korea merupakan agenda politik luar negeri dalam menjaga perdamaian dunia seperti amanat Pembukaan UUD 1945.

Menurutnya jika langkah tersebut berhasil, pengakuan Indonesia dalam mengatasi konflik internasional akan menjadi sorotan dunia.

"Indonesia juga bisa berperan penting sebagai juru damai konflik di Laut Cina Selatan dan Israel-Palestina," tutupnya. [nes]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya