Berita

Foto/Net

Dunia

Israel Tak Butuh Ceramah Yahya Staquf!

KAMIS, 14 JUNI 2018 | 17:19 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Israel tak membutuhkan ceramah damai dari Yahya Cholil Staquf. Paling dibutuhkan Israel saat ini adalah menggalang kekuatan internasional agar Israel menghentikan aksi penjajahannya terhadap Palestina. Tindakan Israel terhadap Palestina jelas melanggar hukum humaniter internasional.

"Pendekatan dengan Israel bukan hanya lewat pendekatan pidato ataupun ceramah damai begitu, melainkan perlu pendekatan langsung ke PBB untuk menghentikan segala jenis pembunuhan terhadap warga sipil seperti Ibu-ibu maupun anak-anak yang tidak berdosa," ujar pengamat politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin Ujang kepada Kantor Berita RMOL, melalui pesan elektronik, Kamis (14/6).

Menurutnya faktor lain yang menjadikan kehadiran Yahya C Staquf di forum American Jewish Comittee (AJC) tidak diperlukan sebab Indonesia dari awal tidak memiliki hubungan diplomatik terhadap Israel maupun bangsa Yahudi. Sehingga, Indonesia tidak memiliki hak ataupun kewajiban untuk berdiplomasi atau mengajak damai Israel dalam bentuk apapun.


"Hingga kini Indonesia dan Isreal tidak memiliki hubungan diplomatik," tambahnya.

Meskipun Yahya C Staquf mengaku datang atas nama pribadi, tetaplah tidak pantas sebab ia masih menyandang status sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang seharusnya lebih mampu mempertanggungjawabkan statusnya tersebut.

"Status dia kan sebagai Wantimpres, alahkah baiknya bisa memikirkan perasaan masyarakat Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina di sana," pungkasnya.[dem]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya