Hingga saat ini pusat kepadatan angkutan darat arah keluar Jabodetabek berada pada Tol Cikarang Utama.
Begitu dikatakan Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Mudik Lebaran 2018, Junaidi Posko Nasional Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (12/6).
"Untuk darat ya seperti biasa titik kemacetan itu di Tol Cikarang Utama, pada jam tertentu bisa terjadi kemacetan yang cukup panjang," jelasnya.
Junaidi menjelaskan, penyebab kemacetan di tol tersebut telah diantisipasi dengan melakukan rekayasa jalan di setiap tempat peristirahatan atau rest area tol bekerjasama dengan Korlantas Polri dan Jasa Marga.
"Kita sudah antisipasi dengan merekayasa jalan, akan tetapi secara umum untuk angkutan darat ini sudah cukup baik dan lancar dibandingkan tahun lalu," pungkasnya.
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan tercatat jumlah kendaraan keluar Jabodetabek pada titik pemantauan Jalan Tol per H-4 memang mengalami penurunan dari tahun lalu yaitu menurun sebanyak minus 3,2 persen dengan akumulasi jumlah kendaraan sebanyak 925.240 unit di tahun 2018 dan sebanyak 959.244 unit di tahun 2017.
Titik terpadat atau titik kemacetan tetap sama dengan tahun lalu yaitu di Tol Cikarang Utama dengan total kendaran keluar sebanyak 458.393 unit menurun minus 6,2 ersen dari tahun lalu sebanyak 488.465 unit kendaraan.
Selain itu, titik terpadat kedua berada di Tol Jakarta-Merak sebanyak 221.353 unit kendaraan, titik terpadat ketiga berada di Cileunyi sebanyak 181.363 dan terpadat terakhir berada di Cikampek dengan jumlah kendaraan keluar Jabodetabek sebanyak 64.131 unit kendaraan.
Sedangkan untuk jalan Nasional terpadat berada di Rancaekek, Jawa Barat dengan total kendaraan dari H-8 hingga H-4 mencapai 228.148 unit.
[sam]