Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Terima Kasih, Pemprov DKI Jakarta!

SELASA, 12 JUNI 2018 | 06:14 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA masa pejabat ingkar janji menjadi kelaziman, Gubernur Jakarta Anies Baswedan menepati janji untuk membangun shelter untuk warga Kampung Akuarium yang pada tanggal 11 April 2016 telah tergusur atas nama pembangunan Kota Jakarta.

Hunian Sementara

Shelter tersebut merupakan hunian sementara yang kini sudah dapat dihuni warga Kampung Akuarium sambil menunggu pembangunan kampung baru di atas puing-puing Kampung Akuarium.


Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta menjelaskan bahwa pembangunan kampung baru masih pada tahap koordinasi dan reposisi lokasi terlebih dahulu, untuk menentukan tempat pembangunan.

Dinas Perumahan juga harus berkoordinasi dengan lembaga lain, yang lahannya beririsan dengan lahan Pemprov DKI. Diharapkan waktu yang dibutuhkan maksimal dua tahun, agar warga tidak harus terus tinggal di shelter.

Di samping para warga Kampung Akuarium, para warga Bukit Duri yang tergusur pada tanggal 28 September 2016 juga dijanjikan oleh Pemprov DKI Jakarta akan memperoleh shelter sebagai hunian sementara sambil menunggu proses pembangunan kampung susun di kawasan Bukit Duri.

Pembangunan Berkelanjutan

Melalui naskah sederhana yang dimuat atas budi baik RMOL ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta yang telah berkenan peduli amanat penderitaan rakyat tergusur.

Pemprov DKI Jakarta di bawah pimpinan Gubernur Anies dan Wagub Sandi  telah membuktikan diri sebagai abdi rakyat senantiasa berikhtiar menjunjung tinggi sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Indonesia bukan sekadar sebagai slogan politik belaka, namun benar-benar mewujudkannya sebagai kenyataan tata laksana pembangunan infrastruktur sesuai Kontrak Politik Ir. Joko Widodo dengan kaum miskin Jakarta maupun agenda pembangunan berkelanjutan yang telah disepakati para anggota PBB, termasuk Indonesia sebagai pedoman pembangunan abad XXI tanpa mengorbankan rakyat. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya