Berita

Kenius Kogoya/RMOL Papua

Nusantara

Hanura: Keputusan KPUD Paniai Coret Hengky-Yeheskiel Konyol Dan Keliru

SENIN, 11 JUNI 2018 | 23:39 WIB | LAPORAN:

KPUD Paniai menggugurkan kepesertaan Hengky Kayame-Yeheskiel Tenouye. Partai Hanura menganggap keputusan tersebut keliru dan konyol.

"Keliru dan konyol! Masalah utang piutang yang ditanggung oleh Hengky Kayame adalah masalah yang berbeda, dan tidak ada urusannya dengan Pilkada," kata Sekretaris DPD Partai Hanura Papua Kenius Kogoya di Jayapura, Senin (11/6).

Lain soal, kata dia, kalau Hengky dinyatakan bersalah dan dihukum penjara lima tahun atau lebih oleh pengadilan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Dan atau dihukum karena kasus tindak pidana terorisme, makar, tindak pidana terhadap keamanan negara, atau perbuatan lain yang dapat memecah belah NKRI.

"Dimana logika dan akal sehat KPUD. Harusnya bisa memilah persoalan," kata Kenius.
"Dimana logika dan akal sehat KPUD. Harusnya bisa memilah persoalan," kata Kenius.

Boleh saja KPUD Pinai mengklaim keputusan pencoretan Hengky-Yeheskiel dengan dasar putusan pailit Pengadilan Niaga Makassar sudah final. Namun kata Kenius memastikan, pihak Hengky melakukan upaya hukum diantara melaporkan ke Bawaslu, KPU dan DKPP.

"Sudah dilaporkan, mudah-mudahan sidang Bawaslu dan DKPP akan membatalkan keputusan KPUD Paniai. Hengky Kayame mudah-mudahan ikut Pilkada agar tidak menimbulkan kegaduhan di Paniai," tandasnya.

Hengky Kayame merupakan cabup petahana. Ketua DPD Partai Hanura Papua yang maju berpasangan dengan Yeheskiel ini didukung PPP, PAN, PKPI, PBB, Demokrat, Gerindra, dan Golkar.

Selain pasangan Hengky Kayame-Yeheskiel Tenoye, KPUD Paniai juga mencoret tiga pasangan calon lainnya dengan alasan tidak memenuhi syarat. Yakni paslon nomor urut 2, Naftali Yogi-Marthen Mote, paslon nomor urut 4 Yunus Gobai-Markus Boma dan paslon nomor urut 5, Yehuda Gobay-Yan Gobay.

Adapun paslon yang dinyatakan memenuhi syarat adalah paslon nomor urut 3, Meki Nawipa-Oktovianus Gobai.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya