Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Tim Advokasi Rindu: Kasus BCCF Tak Cukup Bukti Dilanjutkan Ke Penyidikan

SENIN, 11 JUNI 2018 | 20:29 WIB | LAPORAN:

Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pernah terbelit kasus dugaan korupsi dana hibah dari Pemerintah Kota Bandung yang diterima Bandung Creative City Forum (BCCF) pada tahun 2012.

Namun, perkara itu masih di tahap penyelidikan dan tidak cukup bukti untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Demikian dijelaskan Tim Hukum dan Advokasi pasangan Rindu (Ridwan Kamil dan Uu Rhuzanul Ulum).

Baca: Pemilih Jabar Diingatkan, Ridwan Kamil Pernah Dua Kali Diperiksa Kejaksaan.


"Bahwa pemanggilan atau pemeriksaan Ridwan Kamil di Kejaksaan terkait kasus dugaan korupsi dana hibah dari Pemerintah Kota Bandung yang diterima Bandung creative City Forum (BCCF) pada tahun 2012 adalah masih pada tahap penyelidikan," tegas Tim Hukum dan Advokasi Rindu dalam keterangan yang dikirim ke redaksi.

Disebutkan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan bukti-bukti permulaan untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana korupsi.

"Hasil dari proses penyelidikan menyimpulkan dugaan penyimpangan penggunaan dana hibah tersebut tidak cukup bukti untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan," tambah Tim Hukum dan Advokasi Rindu.

Mereka juga membantah anggapan bahwa Bandung menjadi kota paling korup dalam 11 kota yang disurvei oleh Transparency International Indonesia (TII).

Justru, sejak Ridwan menjabat sebagai Walikota Bandung periode 2013-2018, Bandung menjadi salah satu kota yang peningkatan program anti korupsinya tertinggi di Indonesia. Survei persepsi korupsi tahun 2015 yang dikeluarkan oleh lembaga yang sama, TII, menyebutkan bahwa Bandung memiliki skor terburuk 39 dari 11 kota yang disurvei.

Sejak dipimpin oleh Ridwan Kamil, Kota Bandung secara bertahap mengalami kenaikan pada indeks persepsi korupsi menjadi 58 pada tahun 2017. Laporan tersebut juga dimuat dalam salah satu pemberitaan media online nasional. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya