Berita

Jansen Sitindaon/Net

Politik

Demokrat: Pencapresan Amien Rais Makin Jadikan Indonesia Terkotak-kotak

SENIN, 11 JUNI 2018 | 19:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Politsi Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyatakan, rencana pencapresan Amien Rais pada Pilpres 2019 mendatang hanya menjadikan Indonesia semakin terkotak-kotak.

“Kalau Pak Amien maju malah membuat Indonesia kita ini bukan semakin maju tapi semakin terkotak kotak, dan masuk ke dalam jurang perbedaan dan polarisasi yang semakin dalam,” ucap Jansen dalam pesan elektroniknya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin, (11/6).

Sikap Amien yang akhir-akhir ini sering menyerang Jokowi, dinilainya justru semakin membuat kondisi bangsa semakin terpecah belah.


Politisi muda Demokrat ini sebenarnya juga tidak berpihak kepada pemerintahan saat ini, tapi dalam menyikapi kondisi denikian, ia lebih mencari solusi untuk menghadirkan alternatif baru intul calon pemimpin Indonesia.

Ia menambahkan, track record Amien Rais sebagai tokoh Reformasi dan ketua MPR periode 1999-2004 yang telah mengubah UUD 45 berpotensi menjadi pemecah belah bangsa.

Kendati hak untuk menjadi presiden dimiliki oleh setiap warga negara yang diatur berdasarkan konstitusi, namun Jansen menyebut sudah sepatutnya Indonesia memerlukan pemimpin yang fresh.

“Melihat situasi Indonesia kita hari ini, yang kita butuhkan sekarang ini adalah lahirnya pemimpin fresh yang bisa merangkul semua pihak,” tandasnya. [fiq]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya