Berita

Hendrajit dan Teguh Santosa/Net

Dunia

Dasasila Bandung 1955 Dan GNB 1961 Harus Bergema Di DK PBB

SENIN, 11 JUNI 2018 | 10:34 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Dengan terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Indonesia harus mampu berperan lebih aktif menjabarkan politik luar negeri yang bebas dan aktif di kancah internasonal.

Demikian ditegaskan pengkaji Geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI), Hendrajit kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan elektronik, Senin (11/6).

Menurut dia, Indonesia perlu menyuarakan semangat Dasasila Bandung 1955 sebagai komitmen mendukung perdamaian serta kerjasama dunia. Di samping itu juga harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari Gerakan Non Blok 1961 yang mengedepankan keamanan dari negara-negara Non Blok itu sendiri.


"Indonesia perlu menjabarkan semangat Dasasila Bandung 1955 dan Gerakan Non Blok 1961," tegasnya.

Hendrajit menambahkan, ini momentum yang sangat baik dalam menghidupkan kembali kepeloporan Indonesia.

"Semangat Dasasila Bandung menemukan kembali momentumnya untuk menjawab tantangan global maupun regional saat ini," imbuhnya.

Tantangan regional saat ini tidak boleh diabaikan oleh Indonesia yakni menghadapi persaingan blok barat 'Quad', Persekutuan Keamanan antara Amerika Serikat, Jepang, India, dan Australia dengan 'One Belt One Road' China di Asia Pasifik yang semakin memanas.

"Ini merupakan tantangan besar bagi bagi Indonesia, mampu menjawab tantangan ini akan jadi prestasi tersendiri bagi Indonesia," terangnya.

Selain itu, menurut dia, terpenting pula bagi Indonesiaberani menawarkan solusi perdamaian dunia. "Indonesia perlu ikut serta menawarkan solusi perdamaian dunia khususnya konflik di semenanjung Korea dan Suriah," pungkasnya. [wid]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya