Berita

Prabowo Subianto/Ne

Politik

Nganu, Nginu, Ngunu

Tentang Perilaku Politik Sebagian Warga Bangsa
MINGGU, 10 JUNI 2018 | 12:48 WIB | OLEH: M. HATTA TALIWANG

SEWAKTU lagi "kuatnya" Ahok "mengancam" kuasai Jakarta/Indonesia, banyak tokoh Islam "bersandar" untuk tidak menyebut memuja Prabowo sebagai partner perjuangan.

Adalah atas jasa Prabowo, mengajukan Anies sebagai cagub Jakarta, lalu Anies menang sehingga umat Islam merasa lega, lepas dari ancaman dan cengkraman Ahok.

Adalah atas jasa-jasa pengacara terafiliasi ke Prabowo sebagian tokoh Islam/aktivis terbantu menghadapi kasus berkaitan dengan "Perang Melawan Ahok."


Setelah "menang perang" suasana seakan terjadi apa yang disebut sebagai : hari panas kacang lupa akan kulitnya. Mulai terendus ucapan sebagian politisi atau aktivis, untuk menjauhi Prabowo dengan alasan nganu, nginu, ngunu.

Saya bukan kader Partai Gerindra, bukan juga sahabat atau teman Prabowo bahkan ketemu langsung baru tiga kali, itupun sekilas tak pernah ngomong lebih dari 1 menit.

Saya cuma prihatin saja dengan perilaku sebagian  politisi Indonesia yang kurang menghargai jasa atau kebaikan Prabowo.

Bukankah konon Prabowo telah bersedia pasang badan untuk jadi korban dan mengambil tanggung jawab atas dosa rezim militer masa lalu, meskipun itu bukan semata salahnya pribadi? Paling tidak itu yang saya pahami berdasarkan hasil analisis pribadi saya.

Bukankah konon telah berkali-kali diganjal oleh teman atau seniornya utk menjadi pimpinan di negeri ini, meskipun temannya atau seniornya itu tak mampu juga memberi solusi untuk mengangkat derajat bangsa ini, meskipun teman/seniornya itu berkesempatan berada di panggung kekuasaan formal?

Bukankah Prabowo konon pernah diingkari perjanjian politiknya oleh sebuah partai besar di mana mestinya mereka akan dukung Prabowo pada Pilpres yang lalu?

Konon Prabowo lah yg secara formal mendukung pasangan Jokowi-Ahok, menjadi gubernur Jakarta, yang menjadi tangga berikutnya bagi Jokowi untuk meraih jabatan presiden?

5. Last but not least bukankah Anies - Sandiaga adalah karya dan keputusan Prabowo yang membuat nafas sebagian warga bangsa ini lega lepas dari "ancaman" Ahok.

Lalu sekarang  sebagian tokoh politik nasional dan tokoh agama dan lain-lain sedang bekerja keras untuk memotong kesempatan bagi Prabowo untuk tampil menjadi presiden dengan alasan nganu, nginu, dan ngunu.

Mari kita renungkan baik-baik, meskipun secara politik (machiavelis), boleh saja orang bersiyasah, bermanuver, memotong kesempatan lawan politik dan lain lain.

Tapi apakah batin kita sudah tertutup untuk melihat secercah kebaikan yg dipancarkan Prabowo dengan segala jasa dan pengorbanannya untuk kita? Masihkah pengkhianatan dan penganiayaan politik terhadap Prabowo akan dilanjutkan?

Mengapa tidak kita biarkan secara sehat panggung politik kita berlangsung dengan sehat, dan setiap yg mampu tampil dengan elegant, kita beri applaus lalu kita biarkan rakyat memutus pilihan politiknya tanpa hamparan fitnah nganu nginu, ngunu dan  rasa takut serta merasa terintimidasi?

Sekiranya pandangan saya keliru mohon dimaafkan dan sekaligus tolong dikoreksi atau diluruskan.

Anggap ini sekedar curhat orang yang ingin melihat permainan politik Indonesia berlangsung fair. [***]


*Direktur Institut Soekarno Hatta


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya