Hendrik B. Bleskadit/RMOL
Sikap politik yang ditunjukkan Ketua Komisi DPR Papua, Yakoba Lokbere secara terang-terangan memberikan dukungannya kepada calon gubernur lain, bukan dari partainya, PDI Perjuangan, dinilai tidak berpengaruh signifikan terhadap basis massa moncong putih di Papua.
"Ini partai penguasa, ada orang-orang kuat dari pusat yang berada dalam partai ini, jadi peluang calon yang diusung PDI Perjuangan jangan dianggap remeh. Sikap Ibu Yakoba itu pengaruhnya ada, tapi tidak signifikan," kata pengamat politik Papua, Hendrik B. Bleskadit kepada Kantor Berita Politik RMOL.
Menurut Hendrik, keberadaan partai penguasa pengaruhnya masih kuat, dibanding dukungan rakyat terhadap orang per orang (caleg). Sehingga dirinya yakin dukungan suara terhadap cagub Papua yang diusung partai PDIP masih tetap tinggi, walau tanpa keterlibatan satu kadernya.
Justru, Hendrik melihat sikap Yakoba itu akan mempersulit dirinya sendiri. Karena PDIP tentu tidak akan tinggal diam, pasti ada sanksi partai.
Justru, Hendrik melihat sikap Yakoba itu akan mempersulit dirinya sendiri. Karena PDIP tentu tidak akan tinggal diam, pasti ada sanksi partai.
"Secara aturan partai, siapapun dia, kalau sudah tergabung dalam partai politik harus mendukung apapun kebijakan partainya. Dari sisi disiplin keanggotaan partai, ibu Yakoba tentu saat ini dalam posisi terancam, dan sanksi itu tergantung kebijakan partai PDI Perjuangan," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih ini.
Sebelumnya, Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun tegas menyatakan partai tidak mengurus soal pribadi orang, tapi beda halnya jika menyangkut organisasi.
"Loh, Ibu Lokbere ini adalah anggota fraksi PDI Perjuangan di DPRP, kami tidak ada urusan soal suami istri mau bakalae (berkelahi) atau apa, tidak ada partai urus pribadi orang, tapi ketika itu berkaitan dengan partai maka ada sanksi tegas," kata Komarudin.
Menurutnya, dalam rekomendasi DPP nantinya di point terakhir menyebut bagi pengurus ataupun anggota partai yang tidak menaati, mendukung atau melanggar calon lain di luar dari dukungan partai, maka akan dijatuhkan sanksi organisasi.
"Jadi sanksi itu
kan pemecatan, teguran keras, ya itu tergantung dari kesalahannya, kalau sudah fatal ya di pecat," terangnya.
Yakoba Lokbere adalah anggota DPR Papua yang diusung oleh PDIP, dan juga merupakan istri calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo yang diusung PDIP. Namun ketika Debat Publik terakhir, Sabtu (2/6) lalu, yang disiarkan secara langsung oleh salah satu TV swasta nasional, Yakoba terang-terangan memberikan dukungan kepada lawan politik suaminya.
[wid]