Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Sistem GO-JEK Berhasil Hentikan 90 Persen Order Fiktif

SABTU, 09 JUNI 2018 | 22:27 WIB | LAPORAN:

Hampir seluruh order fiktif (ofik) berhasil dihentikan sistem dan teknologi yang ada di GO-JEK. Perbaikan terus dilakukan terlebih dalam menghadapi ancaman serius berupa order palsu yang bisa merugikan mitra pengemudi dan bahkan iklim investasi di Indonesia itu.
 
"Sistem kami sudah lebih baik dalam mengidentifikasi dan menangani ofik, dimana 90 persen ofik sudah berhasil kami hentikan sebelum sampai ke aplikasi mitra pengemudi GO-JEK,” jelas Director Corporate Affairs GO-JEK, Nila Marita, Sabtu (9/6).
 
Dari sistem itu pula akhirnya diketahui terdapat berbagai akar permasalahan ofik. Mulai dari mitra pengemudi yang sengaja curang untuk menguntungkan diri sendiri hingga customer yang menyalahgunakan aplikasi GO-JEK.
 

 
"Namun yang lebih menarik, sistem kami mendeteksi bahwa lebih dari 80 persen sebaran ofik terkonsentrasi di area-area dan jam tertentu, sehingga kami mencurigai bahwa aksi ofik ini sengaja dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang memiliki misi hanya untuk membawa order fiktif ke platform GO-JEK,” ungkap Nila.
 
GO-JEK menyesalkan fakta tersebut. Sebab akan merugikan mitra yang jujur maupun GO-JEK sendiri sebagai penyedia layanan.
 
"Dalam proses identifikasi, verifikasi dan pemberian sanksi, GO-JEK memiliki standar tata kelola tertinggi. Kami tidak sembarangan dalam menindak, namun jika ada mitra yang terbukti melakukan kecurangan, maka kami mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi putus mitra,” tegasnya.
 
Tidak ada toleransi bagi pelaku tindak kecurangan. Mitra pengemudi, lanjut Nila, dapat melaporkan ofik melalui aplikasi driver GO-JEK atau call center resmi perusahaan.
 
"Pelayanan pelaporan dan penelusuran kami laksanakan dengan sigap dengan jangka waktu respon di bawah 1 jam.”
 
Hingga Juni 2018, GO-JEK telah memberikan sanksi ke ratusan ribu pelaku order fiktif, baik pengemudi maupun customer.
 
"Sebagai platform penyedia multi-layanan terbesar di Indonesia, kami akan terus berupaya menyempurnakan sistem kami, serta terus bekerja sama dengan pihak yang berwenang agar mitra kami dapat nyaman dalam bekerja dan pelanggan mendapatkan layanan terbaik,” jelas Nila.
 
Belakangan ofik menjadi cukup hangat diceritakan. Riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) 2018 tentang Order Fiktif (Fake Order) dipublikasikan pekan ini mengungkapkan pentingnya penanganan ofik. Landasan kajian itu dilakukan atas berbagai pertimbangan penting.
 
Hasil riset INDEF memaparkan bahwa order fiktif terjadi paling banyak ditemukan di Grab-Car mencapai 66,67 persen. Responden diberikan pertanyaan; adakah teman anda yang melakukan order fiktif.
 
Survey dilakukan pada 16 April-16 Mei 2018 di Jakarta, Bogor, Semarang, Bandung, Yogyakarta. Responden adalah para mitra pengemudi aplikator, total sebanyak 516 responden dan 99 persen pria. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya