Berita

Nusantara

Beras Petani Pontianak Untuk Masyarakat Penjaga Negeri

SABTU, 09 JUNI 2018 | 09:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Masa panen pertama di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, baru saja usai. Lumbung-lumbung beras di beberapa desa mulai sibuk dengan aktivitas penggilingan beras. Tidak terkecuali di dua lumbung beras yang ada di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Pontianak.

Lumbung-lumbung beras tersebut tengah mempersiapkan 10 ton beras untuk dikirimkan ke masyarakat yang tinggal di tapal batas Indonesia di Kalimantan Barat.

Penyiapan 10 ton beras ini menjadi bagian dari ikhtiar Aksi Cepat Tanggap dan masyarakat Indonesia dalam memberikan Ramadan terbaik bagi saudara sebangsa.


Kamis (7/6), ribuan kilogram beras tersebut akan dikemas ulang dengan berat 5 kg dan dipaketkan bersama sejumlah bahan pangan lainnya. Di penghujung Ramadan, paket pangan ini akan menyapa mereka, para masyarakat penjaga negeri.

Rahadiansyah selaku Koordinator Pendistribusian Paket Pangan Ramadan untuk Masyarakat Penjaga Negeri mengungkapkan, 10 ton beras tersebut dibeli langsung dari petani di Desa Parit Keladi, Pontianak. Jumlah tersebut dikumpulkan dari sekitar 120 petani yang ada

"Ide ini awalnya dari relawan kami. Daripada membeli beras yang sudah dipaketkan seberat 5 kg di penyalur, mengapa kami tidak beli langsung saja dari petani? Kami ingin membantu petani-petani di sini langsung agar mendapatkan harga beras terbaik. Dengan begini, ratusan petani pun turut diberdayakan," jelas Rahadiansyah dalam keterangannya, Sabtu (9/6).

Beras petani Pontianak ini pun memiliki kualitas terbaik. Hal ini dinyatakan langsung oleh Sugeng, salah satu petani sekaligus pengelola penggilingan beras di Desa Parit Keladi.

"Ini beras terbaik yang kita punya. Kita tidak pakai bahan pengawet atau pemutih, jadi insyaAllah sehat," ungkapnya.

Sugeng dan adiknya, Badrun Solihin, mengaku senang ketika mengetahui beras yang mereka panen, dibeli untuk tujuan kemanusiaan. Ini menjadi pengalaman baru bagi mereka. Biasanya, pemesan beras berasal dari rumah makan, sekolah, serta asrama TNI.

"Pas tahu kalau beras kita sama petani-petani lainnya mau dibeli untuk dikasih ke orang-orang perbatasan, ya kita senang. Alhamdulillah bisa bantu-bantu," kata Sugeng.

Oleh karena itu, dia, adik, serta kawan petaninya langsung mengebut menggiling gabah mereka dalam waktu dua hari. Semua agar beras-beras itu bisa dikemas dan dikirim ke masyarakat Indonesia di tapal batas sebelum Idul Fitri tiba.

Selain beras, paket pangan yang akan didistribusikan terdiri dari minyak kelapa, gula, dan biskuit. Di Kalimantan Barat, sebanyak 2.000 paket pangan Ramadan akan diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan di tiga kabupaten. Titik kabupaten tersebut di antaranya Sanggau, Bengkayang, dan Sambas.

"InsyaAllah, sebelum Lebaran, paket pangan ini akan diterima oleh warga perbatasan yang membutuhkan, khususnya Muslim. Sehingga, mereka bisa memiliki suplai kebutuhan dasar menjelang Idul Fitri. Selain berbagi paket pangan, di sana nanti juga ada buka puasa bersama dengan warga dan TNI penjaga perbatasan. Kami sudah siapkan seekor sapi di setiap titik untuk disembelih," papar Rahadiansyah.

Selain Provinsi Kalimantan Barat, paket pangan Ramadan juga menjangkau Kalimantan Timur,  Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, dan Papua. Sementara jumlah kabupaten/kota yang disasar sebanyak sembilan titik. Mereka di antaranya Sanggau, Sambas, Bengkayang, Mahakam Ulu, Nunukan, Kepulauan Anambas, Natuna, Merauke, dan Jayapura.

"Totalnya ada 10.000 paket pangan yang dibagikan ke sembilan titik tersebut. Jumlahnya sama dengan paket yang dibagikan ke pelosok NTT melalui program Kapal Ramadan kemarin," kata Rahadiansyah. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya