Berita

Foto: Ist

Nusantara

Kapolri: Modal Penting Bangsa Bukan SDA, Tapi Rasa Aman

SABTU, 09 JUNI 2018 | 05:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Safari Ramadhan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian ke seluruh penjuru negeri terus berlanjut.

Safari Ramadhan ketujuh setelah Medan, Tasikmalaya, Lombok, Surabaya, Lampung, dan Yogyakarta tersebut kini menyasar Maporesta Samarinda, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (8/6).

Dalam safari ini, Tito Karnavian menjelaskan bahwa modal penting dalam sebuah bangsa bukan sumber daya alam (SDA), tetapi rasa aman.


"Kalau sudah aman, kita bisa melakukan apa saja, termasuk menjadi masyarakat yang sejahtera," katanya.

Dia kemudian mengucapkan selamat kepada segenap jajaran di pemerintahan Kalimantan Timur, sebab belum ada gejolak apapun di tahun politik.

Meski demikian, kewaspadaan dengan penyebaran jaringan terorisme harus tetap ditingkatkan. Apalagi, serangkaian teror bom tengah terjadi di negeri ini.

"Tentu pengalaman itu harus membuat kita tetap waspada dan hati-hati," tambahnya.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDWH), Hery Haryanto Azumi, yang ikut dalam rombongan Safari Ramadan Panglima TNI-Kapolri, mengatakan bahwa salah satu poin penting dalam safari Ramadan di Kaltim ini ajakan kepada ulama di Kaltim untuk ikut menjaga rasa aman.

"Panglima TNI dan Kapolri mengajak ulama dan masyarakat Kaltim bersama-sama menjaga keamanan menjelang Lebaran dan pilkada," katanya.

Menurut Hery, upaya merangkul ulama untuk menjaga rasa aman merupakan langkah yang tepat. Sebab, ulama merupakan elemen yang sangat dekat dengan umat.

"Ulama memiliki kepemimpinan yang mengakar. Jadi melibatkan ulama untuk menjaga kondusivitas sebuah langkah yang tepat," terangnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menyebut bahwa Kaltim merupakan provinsi patut mendapat perhatian khusus terkait terorisme. Untuk itu, dia meminta agar agama tidak gunakan dalam politik praktis di Pilkada Serentah 2018.

"Agama tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik praktis," ujar Awang.

Acara Safari Ramadan yang diisi dengan buka puasa bersama, sholat tarawih berjamaah, dan santunan anak yatim tersebut dihadiri 50 ulama lebih se-Kaltim dan sekitar 1500 pasukan dari TNI-Polri. [nes] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya