Berita

Anies Baswedan

Nusantara

Penyegelan Di Pulau Reklamasi Rusak Kepercayaan Investor Dan Publik

JUMAT, 08 JUNI 2018 | 22:08 WIB | LAPORAN:

Penyegelan bangunan di pulau reklamasi Teluk Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, hanyalah upaya mewujudkan janji kampanye Pilgub DKI 2017.

Namun, di mata pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, langkah Anies itu tidak tepat.

Baginya, penyegelan ini akan menimbulkan efek domino yang sangat merugikan Pemprov DKI di masa mendatang. Misalnya, para investor di bidang properti melarikan investasinya karena takut kebijakan Anies berulang.


"Kalau menurut saya, langkah yang diambil Anies ini tidak tepat. Kebijakan seperti ini yang paling berat kan efek dominonya, investor bisa kabur dan sulit untuk kembali ke Indonesia," ujar Trubus saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat sore (8/6).

Ia menjelaskan pemerintahan Anies Baswedan bisa jadi hanya berjalan 5 tahun, sementara perjalanan investasi adalah jangka panjang dan berkesinambungan.

"Investor sendiri jadi ada keraguan untuk berinvestasi di sini. Ini kan persoalan jangka panjang, sementara Gubernur hanya lima tahun. Kemudian kalau Gubernur yang baru mengubah kebijakan lagi kan bisa batal itu. Kalau mau menegakkan aturan ya tegakkan saja, tapi dasar hukumnya harus jelas," tambah Trubus.

Sama seperti investor, keraguan juga bisa muncul dari pihak masyarakat yang hendak membeli properti di kawasan tersebut.

Dengan adanya penyegelan jelas konsumen tidak akan membeli properti yang ditawarkan karena hilang kepercayaan. Sama seperti para investor, para calon pembeli juga beranggapan bahwa persoalan reklamasi adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja dan takut tidak ada yang bertanggung jawab.

"Mereka (konsumen) bisa tidak percaya lagi, sudah hilang kepercayaan mereka," tutup Trubus. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya