Berita

Ujang Komarudin/Net

Politik

Kasus OTT KPK Dua Kader PDIP Tak Berdampak Untuk Pemilu

JUMAT, 08 JUNI 2018 | 21:45 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Jakarta, Ujang Komarudin menilai kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap dua kader PDIP tidak akan banyak berdampak pada pilihan publik pada Pemilu 2019 mendatang.

Keduanya yaitu Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar atas dugaan suap.

Menurutnya, alasan kasus tersebut tak berdampak pada Pemilu 2019 dikarenakan sosok Megawati Soekarnoputri yang sudah dikenal publik sebagai keturunan kandung Presiden RI Pertama, Soekarno yang menjadi magnet utama partai tersebut.


"Tidak terlalu berdampak, karena kepemimpinan Megawati di PDIP masih menjadi magnet pemilih sebab Megawati keturunan Soekarno," ujar Ujang Komarudin kepada Kantor Berita RMOL, Jumat (8/6).

Kasus OTT KPK sendiri, dinilainya hanya bagian dari dinamika politik dan hukum serta resiko jabatan seorang politisi.

Lebih lanjut ia berpandangan, alasan lain yang membuat kasus ini tak cukup kuat untuk menjatuhkan PDIP adalah faktor membudayanya silsilah korupsi dalam pemerintahan Indonesia sendiri, yang tak kunjung ada perubahan hingga berujung pada tumbuhnya sifat pesimistif di tengah-tengah masyarakat.

"Masyarakat sudah terlanjur pesimis, walaupun korupsi merupakan kejahatan luar biasa, namun dalam keadaan tertentu masih diterima oleh masyarakat, oleh karena itu tidak heran jika pada Pilkada yang lalu, calon kepala daerah yg ditangkap KPK pun masih terpilih," tandasnya. [fiq]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya