Berita

Tri Hanggono Achmad/Net

Nusantara

Rektor Unpad: Capaian World Class University Harus Dipertahankan

JUMAT, 08 JUNI 2018 | 00:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Universitas Padjadjaran berhasil menorehkan prestasi di tingkat dunia. Prestasi itu adalah masuk peringkat di rentang 651-700 universitas terbaik dunia tahun 2019 versi QS World University Rankings.

Indikator yang dilihat dari lembaga pemeringkat itu adalah academic reputation, employer reputation, citations per faculty, faculty student, international faculty, dan international students. Penilaian ini dilakukan  terhadap 1.233 perguruan tinggi yang ada di dunia.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof Tri Hanggono Achmad menilai, prestasi ini merupakan bentuk pengakuan atas kinerja nyata yang dilakukan Unpad.


Terpenting dari capaian ini adalah progres kinerja Unpad harus terus ditingkatkan. Peringkat dunia tersebut juga harus menjadi pendorong bagi Unpad untuk berkinerja lebih baik lagi.

“Yang lebih penting kalau sudah diakui harus kita pertahankan. Harus menjadi pendorong kita untuk lebih maju,” kata Rektor Hanggono sebagaimana keterangan tertulis yang diterima, Kamis (7/6).

Kata dia, capaian ini juga menunjukkan bahwa Unpad telah menjadi world class university atau diakui secara internasional.

“Kalau target di visi kita masuk menjadi world class university, artinya kalau sudah masuk liga ini sudah world class sebetulnya. Tinggal kita harus pertahankan bahkan kita tingkatkan,” tukasnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Tata Kelola, Perencanaan, dan Sistem Informasi Unpad Dr. Sigid Suseno mengungkapkan bahwa peringkat tersebut merupakan salah satu capaian dari reformasi birokrasi yang dilakukan Unpad.

Menurutnya, reformasi birokrasi yang dilakukan telah mentransformasi kemandirian dan keunggulan untuk kemaslahatan masyarakat.

“Semangat untuk reformasi birokrasi membawa Unpad mencapai hasil yang baik pada pemeringkatan dunia menurut QS World University Rankings, sebuah lembaga pemeringkatan universitas yang bereputasi,” katanya.

Namun begitu, Sigid mengingatkan bahwa capaian itu bukan tujuan akhir dari proses reformasi birokrasi tersebut. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya