Berita

MS Kaban/RMOL

Politik

PBB Inginkan Capres Yang Bisa Tinggalkan Sistem Hukum Belanda

SENIN, 04 JUNI 2018 | 22:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Fokus Partai Bulan Bintang (PBB) dalam membenahi permasalahan bangsa Indonesia, ialah dari penguatan hukum nasional yang bukan berasal dari hukum penjajahan.

“Sejak Indonesia merdeka, hukum kita hukum penjajahan. Kita ingin komitmen calon presiden untuk membangun sistem hukum yang betul-betul Indonesia, bukan hukum penjajahan,” ungkap Ketua Majelis Syuro PBB MS Kaban di acara buka bersama di Kantor PBB, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (4/6).

Ia berujar, hukum nasional Indonesia yang bersumber dari konstitusi UUD 1945 juga perlu dirumuskan aturan turunannya agar implementasinya tidak menyimpang.


“Jadi kita benahi muara atau induknya yaitu UUD 45, biar nanti tidak ada misplace, atau salah tempat,” ujarnya.

Maka dari itu, dalam koalisi yang akan diikuti oleh PBB nanti, masalah ini harus menjadi prioritas. Hal itu juga menjadi spesifikasi keahlian dari Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.

“Jadi dalam koalisi kita bukan hanya dukung si A, si B, tetapi harus benar ada yang kita kerjakan, yaitu membangun sistem hukum yang kuat,” tandasnya. [fiq]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya