Berita

Sugiyanto/Net

Nusantara

'Lobi Panji' Gerus Kredibilitas Anies-Sandi

SENIN, 04 JUNI 2018 | 21:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

.  Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno diminta untuk tidak menganggap sepele isu adanya permainan 'orang dekat' di balik rencana mutasi jabatan besar-besaran di jajaran Pemprov DKI.

"Tidak ada kata lain, Anies-Sandi harus memberikan klarifikasi," kata Ketua Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto kepada redaksi, Senin (4/6).

Orang dekat yang bermain di balik rencana mutasi di lingkungan Pemprov DKI disebut-sebut bernama Panji. Belakangan orang dekat Sandiaga itu dikabarkan mengumpulkan sejumlah pejabat sambil bermain golf di suatu tempat sambil membahas arah mutasi.


Sugiyanto menyebut bantahan yang disampaikan Panji di media tidaklah cukup. Anies dan Sandi harus bisa menjelaskan bahwa rencana mutasi jabatan secara massal tidak ada keterlibatan orang dalam.

"Isu 'lobi Panji' ini bisa berdampak pada hancurnya kredibilitas Anies-Sandi," Sugiyanto mengingatkan.

Sugiyanto sudah melayangkan surat permohonan klarifikasi kepada Gubernur dan Wagub DKI. Surat secara resmi sudah disampaikan kepada petugas Tata Usaha di Pendopo Balaikota, siang tadi.

Selain klarifikasi, di dalam suratnya Sugiyanto juga menyarankan untuk dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) mengungkap benar atau tidaknya kabar tentang 'lobi Panji'. Apabila TPF tidak menemukan bukti maka kasus ini dapat diabaikan. Namun bila TPF menemukan bukti-bukti dari pemberitaan ini, maka potensi terjadi KKN sangat besar sehingga pembentukan formasi jabatan perlu dirombak ulang.

"Kami dengan sukarela bersedia menjadi anggota TPF tersebut. Kami mendukung sepenuhnya Anies dan Sandi dalam menjalankan pemerintahan good and clear goverment serta bebas KKN," kata Sugiyanto.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya