Berita

Jaya Suprana

Esperanto, Apa Itu?

SENIN, 04 JUNI 2018 | 08:27 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Lazimnya, bendera mewakili negara. Namun ada juga bendera yang bukan mewakili negara tetapi bahasa yaitu bendera Esperanto.

Anua Libro

Pada tahun 1887, Ludwik Lazarz Zamenhof menerbitkan Anua Libro sebagai buku pertama tata bahasa Esperanto.


Para pengguna bahasa Esperanto semula terbatas di teritorial Kekaisaran Rusia dan Eropa Timur sebelum merambah ke Eropa Barat.

Pada dekade-dekade awal penutur Esperanto biasanya berhubungan satu sama lain melalui majalah dan korespondensi.

Pada tahun 1905 Kongres Esperanto Dunia diselenggarakan di Boulogne-sur-Mer, Perancis sejak itu kongress dunia diadakan setiap tahun kecuali pada masa perang dunia.

Kata Esperanto sendiri berarti "seseorang yang berharap" di dalam bahasa Esperanto. Kata tersebut digunakan oleh Zamenhof sebagai nama samaran dirinya sebagai penulis.

Secara pribadi Zamenhof memang mengharap Esperanto bisa menjadi bahasa dunia tanpa batas kenegaraan dan kebangsaan. Lambat laun istilah tersebut digunakan sebagai nama bahasa ciptaan Zamenhof .

Wikipedia

Di masa kini, Wikipedia bahasa Esperanto berada pada urutan ke 32 Wikipedia bahasa terbesar berdasarkan jumlah artikel yang bahkan merupakan Wikipedia terbesar dalam kategori bahasa artifisial alias bahasa yang dibuat oleh seorang insan manusia.

Kuantitas dua juta pengguna bahasa Esperanto dapat disimpulkan dari data penjualan teks atau karya literatur yang menggunakan bahasa tersebut, jumlah tulisan di Internet, dan lain sebagainya.

Jumlah dari sumber lain berkisar antara mulai dari sepuluh ribu oleh para haters alias bukan pendukung Esperanto sampai tiga puluh juta oleh para die hard alias pengguna antusias Esperanto.

Pada tahun 1927 ketika populasi bumi sekitar dua miliar orang, Dr. Johannes Dietterle dari Reich Institute fuer Esperanto di Leipzig menyelenggarakan survei dimana ia memperkirakan jumlah pengguna Esperanto sekitar 128.000 orang.

Saat ini populasi bumi sekitar enam miliar orang maka diperkirakan jumlah pengguna Esperanto sekitar dua juta orang. Dapat disimpulkan bahwa jumlah pengguna Esperanto memang cukup meningkat dalam kurun waktu 80 tahun terakhir.

Demografi

Kebanyakan penutur bahasa Esperanto berasal dari Eropa Timur dan Tengah, terutama bekas negara-negara Uni Soviet, termasuk negara-negara di kawasan Baltik dan Asia Timur, terutama RRChina.

Mungkin akibat semangat Zamenhof menjadikan Esperanto bahasa internasional mirip semangat internasionalisme.

Bahasa Esperanto juga populer di kawasan Amerika Selatan dan Asia Selatan, namun tidak banyak dikenal di kawasan Amerika Utara, Afrika, Timur Tengah.

Beberapa negara seperti Hungaria, Vietnam dan China tak segan mendanai promosi penggunaan bahasa Esperanto serta membiayai organisasi nasional Esperanto di dalam  negeri masing-masing.

Namun sejauh ini belum ada negara yang menerapkan pendidikan bahasa Esperanto secara resmi. Dan belum ada negara yang mengakui Esperanto sebagai bahasa nasional mereka sendiri. Apalagi bahasa dunia. [***]

Penulis adalah pembelajar kebudayaan

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya