Berita

Pertahanan

Penangkapan Jack Alias Zam Zam Di Kampus Universitas Riau Sesuai SOP

MINGGU, 03 JUNI 2018 | 18:24 WIB | LAPORAN:

Kepolisian memastikan penangkapan tiga terduga pelaku terorisme di Kampus Universitas Riau oleh Densus 88 sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

"Itu sudah sesuai SOP, penggerebekan dilakukan tidak sedang kuliah," ujar Karo Penmas Humas Polri, M. Iqbal
di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (3/6).

Iqbal menyebut para pelaku dengan sengaja memilih kawasan kampus sebagai lokasi persembunyian dan memproduksi alat peledak.

Iqbal menyebut para pelaku dengan sengaja memilih kawasan kampus sebagai lokasi persembunyian dan memproduksi alat peledak.

"Menurut dia (pelaku) lokasi kampus aman, yang kedua dia gampang merakit karena ada beberapa serbuk-serbuk yang diambil dari laboratorium," jelasnya.

Barang bukti yang diamankan dalam penangkapan tersebut, dua buah bom pipa siap pakai, dua busur panah dan 8 anak panah, satu senapan angin, satu video dari isis dan satu buku yang berisi cara merakit bom.

Selain itu juga ditemukan beberapa serbuk berwarna putih, abu-abu, hitam dan cairan kuning yang diindentifikasi Tim Laboratorium Forensik sebagai material peledak.

Di tempat yang sama, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan kepolisian menangkap tiga orang terkait kasus ini, dan hanya satu yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Satu orang tersangka inisial MNZ alias Zam Zam alia Jack dan dua orang berstatus saksi," ujar Setyo.

Setyo menyebut apa yang dilakukan tersangka dengan menggunakan kawasan kampus sebagai persembunyian sudah direncanakan dengan matang.

Pelaku yang sudah menyiapkan bom siap ledak itu, kata Setyo, diduga akan meledakkan bom dengan target gedung DPR RI atau DPRD.

"Barang bukti yang diamankan dua buah bom pipa siap pakai, dua busur panah dan 8 anak panah, satu senapan angin, satu video dari isis, satu buku yang berisi cara merakit bom," tukasnya.[dem]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya