Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Fabing

SABTU, 02 JUNI 2018 | 07:34 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

APA yang disebut sebagai teknologi senantiasa membentuk peradaban dengan merubah perilaku manusia. Garuk punggung, tusuk gigi, korek kuping, roda, kertas, vaksin, sepeda, otomobil, pesawat terbang, radio, televisi, zipper, gigi palsu, vaksin, robot dan lain sebagainya merubah perilaku manusia.

Maka sebuah alat telekomunikasi yang disebut sebagai hand phone atau smart phone atau mobile phone atau telepon genggam atau ponsel atau entah apalagi sebutannya itu terbukti juga merubah perilaku umat manusia di planet bumi zaman now.

Anekaragam



Sambil merubah perilaku manusia bermunculan pula berbagai kreasi istilah baru dari sebuah alat telekomunikasi yang digunakan secara digenggam maupun lepas-genggam dan dapat dibawa ke mana, kapan oleh siapa saja itu.

Istilah-istilah baru yang dihadirkan oleh mobile phone sangat beranekaragam mulai dari pulsa, top up, sms, swafoto, watsap, emoji, kesing, sesan, layar sentuh sampai fabing.

Psikososial

Fabing berasal dari istilah "phubbing" sebagai terminologi untuk suatu bentuk perilaku sosial atau lebih tepat: asosial terkait ponsel.

Phubbing dipopulerkan oleh Macquarie Dictionary sebagai deskripsi perilaku manusia mengabaikan sesama manusia akibat lebih sibuk dan/atau lebih asyik menggunakan ponsel.

Istilah "phubbing" pertama kali digunakan oleh direktur akun McCann Group, Adrian Mills yang menyelenggarakan gerakan kampanye STOP PHUBBING akibat risau terhadap perilaku asosial manusia yang lebih mengutamakan ponsel ketimbang sesama manusia.

Oktober 2015, media TODAY melaporkan hasil riset psikososial Prof. James A. Roberts dari Hankamer School of Business, Baylor University tentang perilaku manusia terkait komputer. Konon, dari 450 responden pengguna ponsel  ternyata 46.3 persen menyatakan bahwa mitra mereka melakukan fabing dan 22.6 persen menyatakan fabing mempengaruhi hubungan dengan pasangan mereka masing-masing.

Dalam wawancara dengan Yahoo!Health, Prof J.A Roberts menyimpulkan bahwa "We found that the ones that reported higher partner phubbing fought more with their partner and were less satisfied with their relationship than those who reported less phubbing".

Maka dapat disimpulkan bahwa fabing memang berdampak tidak terlalu positif terhadap peradaban kehidupan sosial umat manusia khususnya dalam hal interaksi komunikasi sesama manusia. [***]

Penulis adalah pembelajar fenomena psikososial

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya