Berita

Ferry Juliantono/Net

Pertahanan

Gerindra: Kader PDIP Belagu Banget, Sok Kuasa!

JUMAT, 01 JUNI 2018 | 14:44 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono angkat bicara soal tindakan penyerangan dan kekerasan yang dilakukan massa PDI Perjuangan ke kantor media Radar Bogor beberapa waktu lalu.

"Peristiwa ini memperlihatkan kesewenangan dan mengedepankan otot dalam memandang persoalan yang ada," katanya melalui pesan elektronik yang ditrerima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (1/6).

Tak hanya mengecam aksi penyerangan dan kekerasan tersebut, anak buah Prabowo Subianto ini juga mengecam keras pernyataan dari Ketua DPD PDIP Provinsi Jawa Tengah, Bambang Wuryanto.

Di mana, pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu yang mengatakan bahwa kalau ada media di Jawa Tengah yang memberitakan soal gaji Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri dengan judul 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta', maka kantor media itu akan rata dengan tanah, sudah menunjukkan sikap yang sangat sewenang-wenang.
Di mana, pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu yang mengatakan bahwa kalau ada media di Jawa Tengah yang memberitakan soal gaji Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri dengan judul 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta', maka kantor media itu akan rata dengan tanah, sudah menunjukkan sikap yang sangat sewenang-wenang.

"Ini tidak cocok disampaikan oleh petinggi partai dan justru malah anti demokrasi dan tidak menjunjung kebebasan pers. Sikap PDIP soal Radar Bogor contoh intimidasi terhadap media," sesalnya.

Dipertegas sikap arogansi kader-kader partai berlambang moncong putih itu mengisyaratkan kalau negeri ini sudah balik lagi ke era otoriter sebagaimana terjadi pada masa orde baru, Ferry membenarkan.

"Iya. Belagu banget. Sok Kuasa juga," pungkasnya. [fiq]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya