Berita

Rizal Ramli

Politik

Ini Yang Akan Diubah Rizal Ramli Pada 2019

SELASA, 29 MEI 2018 | 16:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ide-ide yang diusung ekonom senior Rizal Ramli dalam konteks pengentasan kemiskinan semakin menggaung di ranah publik, baik lewat media sosial maupun media mainstream.

Gagasan-gagasan Rizal kian santer terdengar dan diminati publik terutama sejak mantan Menko Perekonomian itu mendeklarasikan diri siap maju ke pertarungan Pilpres 2019.

Salah satu "jurus" Rizal yang kerap diperbincangkan khalayak adalah terkait solusi menekan angka kemiskinan yang masih tinggi di Indonesia.


Misalnya ketika Rizal menghadiri acara diskusi panel di sebuah stasiun televisi swasta. Selain Rizal, terlihat ekonom Avilliani dan budayawan Arswendo Atmowiloto sebagai penanya. Cuplikan video dari sesi tanya jawab itu beredar di Twitter dengan durasi 2 menit 19 detik.   

Avilliani bertanya ke Rizal soal jumlah penduduk miskin yang tidak menurun secara signifikan walau rezim pemerintahan terus berganti. Bahkan, perdebatan soal definisi kemiskinan terus bergulir. Lalu apa jalan keluar dari Rizal Ramli?

Rizal yang juga mantan tim ahli ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa menjawab bahwa berbicara kemiskinan dan ketidakadilan maka harus berbicara tentang struktur ekonomi Indonesia.

"Hari ini struktur ekonomi Indonesia bagaikan gelas anggur, besar di atas ada 200 keluarga yang punya 50-100 perusahaan, ada 120 BUMN. Sementara, pegangan gelas anggurnya tipis artinya pengusaha independen yang menengah itu (berjumlah) kecil. Di bawahnya ada 60 juta usaha kecil dan rumah tangga," ungkap Rizal.

Teori "gelas anggur" itu sudah berkali-kali Rizal jelaskan di dalam berbagai seminar atau diskusi publik.

Menurut dia, struktur ekonomi semacam itu sangat mudah menimbulkan konflik sosial yang besar. Isu krusial inilah yang akan menjadi prioritas perubahan bila ia berhasil memenangkan pemilihan di tahun 2019.

"Struktur ini tidak bagus untuk demokrasi karena kalau ditambah bumbu agama, etnis, ini bisa jadi revolusi sosial. Ini yang akan kita ubah pada 2019," tegas Rizal.

Dia juga menyinggung 83 persen kredit bank yang mengalir hanya untuk kelompok pengusaha besar.

"Kami bertahap mau kurangi jadi 50 persen. Yang 50 persen kita geser ke (pengusaha) bawah karena ini yang paling banyak ciptakan lapangan pekerjaan," ucapnya.

Selama ekspansi kredit ke lapisan bawah ditingkatkan, dengan catatan berjalan prudence, maka sistem itu tak akan bermasalah

"Di bawah ini kami bebaskan pajak sampai mencapai keuntungan Rp 2,5 sampai 3 miliar setahun supaya kapital akumulasinya cepat. Yang di atas ini kan banyak bayar pajak enggak benar. Kita harus ubah struktur ekonomi menjadi berbentuk piramida," terang Rizal. [ald] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya