Berita

Ujang Komarudin/Net

Politik

Pengamat: Video Mesum Mirip Aryo Untuk Jatuhkan Prabowo Dan Gerindra

SELASA, 29 MEI 2018 | 12:30 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin tak memungkiri adanya motif politik dibalik penyebaran video mesum belakangan diisukan mirip dengan Keponakan Prabowo Subianto, Aryo Hasjim Djojohadikusumo.

"Munculnya video tersebut bukan tanpa maksud," ujar Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/5).

Menurutnya, penyebaran video syur tersebut adalah bagian dari upaya politik penjatuhan citra Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) sekaligus partainya, Gerindra.


"Ini tahun politik, apapun bisa terjadi. Munculnya kembali video syur yang diduga mirip keponakan Prabowo jelas untuk menjatuhkan Gerindra dan Prabowo," ujarnya.

Namun menurutnya, skandal tersebut tidak akan terlalu berdampak terhadap citra Prabowo Subianto dan partainya karena nanti akan segera tenggelam dengan kasus lainnya.

"Tidak akan terlalu berdampak. Pemilu masih kurang lebih setahun lagi. Kasus video syur itu nantinya akan tertutupi oleh kasus-kasus lain yang lebih besar," imbuhnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada Majelis Kehormatan Dewan (MKD) selaku salah satu pihak yang berwenang menindak tuntas skandal yang diduga menyeret salah satu Anggota DPR RI tersebut secara bijak.

"Biasanya kalau kasus yang masuk ke MKD menguap. Namun MKD zaman now harus mampu menindak pelanggaran etik bagi siapapun anggota DPR yang diduga melanggar etika dan moral. MKD harus memutus dengan objektif dan transfaran sehingga rakyat percaya pada wakilnya di MKD," pungkasnya. [fiq]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Prabowo Tetap Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Meski Sedang Flu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:26

KPK Panggil Pengelola Wisma Atlet Buntut Kasus Korupsi Bea Cukai

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:23

Sudaryono Diyakini Mampu Benahi Tata Kelola Program MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:20

Jangan Cepat Puas, Pengangguran Turun tapi Kualitas Pekerjaan Masih jadi PR

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:14

KPK Panggil Petinggi PAN Rejang Lebong di Pengembangan Kasus Bengkulu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:04

Belum Ada Rencana Reshuffle, Istana Utamakan Isi Jabatan yang Kosong

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:54

BPK: Opini WTP Bukan Tujuan Akhir, Tata Kelola Harus Terus Diperkuat

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:42

Spoiler One Piece Chapter 1190: Duel Gaban vs Imu Memanas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:22

Istana Benarkan Destry Damayanti Masuk Bursa Gubernur BI

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:17

Daftar Harga Pertamax Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya