Berita

Sulton Fatoni

NGAJI RAMADHAN

Ramadan Berlimpah Pahala Surga

SELASA, 29 MEI 2018 | 05:11 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

SEORANG penceramah menjelang buka puasa (Bukber) Ramadan di masjid an-Nahdlah PBNU berapi-api menjelaskan tentang pahala puasa Ramadan. Ayat al-Qur'an dikutipnya. Sabda Rasulullah dijelaskannya. Tak ketinggalan kata-kata hikmah dan spirit dari para ulama klasik pun ia paparkan.

Sudah tak terhitung berapa kali dia menyebut kata 'surga', mulai surga Firdaus, surga an-Naim, surga Ma'wa, surga Adn dan lainnya. Pada penjelasan lainnya ia menyebut tentang sisi pinggir surga, tengah surga, atas surga dan seterusnya.

"Kalian yang saat ini sedang berpuasa, jangan kuatir". Katanya penuh semangat. Ia pun mengutip hadits dalam Shahih Bukhari yang mencatat bahwa surga itu hak orang-orang yang berpuasa Ramadan. Semarak pengajian di bulan Ramadan juga karena ajaran Rasulullah SAW. Mendengar penjelasannya, para jamaah rutinan puasa Ramadan tampak manggut-manggut.


"Ibu-Ibu, meskipun sedang puasa, tetap ikut pengajian tiap hari ya?", Pintanya sambil memandang jamaah yang ada di sekelilingnya.

"Iyaaa…" Jawab Ibu-ibu itu kompak.

Sang pendakwah melanjutkan, "para pencari ilmu itu pasti mendapat balasan dari Allah". Ia pun secara fasih mengutip satu hadits dalam Shahih Muslim yang mencatat bahwa para pencari ilmu itu imbalannya di akhirat nanti mendapatkan garansi kemudahan meniti jalan ke surga.

"Paham ya, Bu? Pak?" Tanya sang Pendakwah komunikatif.

"Pahaaam,"  Jawab mereka, kali ini bersahut-sahutan.

"Nah, apalagi sekarang bulan puasa, puasanya dapat surga, ikut pengajian juga dapat surga. Dapat dua surga sampean," imbuh sang Pendakwah.

Praktis sore itu masjid an-Nahdlah seperti banjir surga. Suasana pengajian Bukber yang selalu semarak, ramai jamaah dan terasa spirit keislamannya.

Rasulullah SAW sering mengaitkan puasa Ramadan dengan surga. Ibadah puasa Ramadan memang berpahala jika dilaksanakan dan berdosa jika ditinggalkan. Pahala terkait dengan surga. Lalu apa sih "surga" itu? Kata "surga" dalam bahasa Arab sering disamakan dengan kata al-jannah yang memiliki dua makna, yaitu: "taman" atau "kebun": dan "surga", yaitu suatu tempat yang nikmat di akhirat.

Seorang ulama dari Sidogiri Pasuruan KH. Nawawi Abdul Djalil mengatakan para ulama telah mengajarkan bahwa yang terpenting umat Islam itu meyakini bahwa surga itu ada. Wujud surga sudah ada sejak dulu hingga sekarang. Sedangkan letak surga berada di atas langit ke tujuh dan di bawah Arsy. Surga tidak ada di lingkungan langit (Kiai Nawawi, 2011).

Inilah cara dakwah para kiai di Nusantara. Menjelaskan secara sederhana konsep kasusalitas, ada surga dan neraka adalah bagian dari model dakwah dalam kerangka membimbing masyarakat. Tak mungkin masyarakat menapaki jalan spiritualitasnya sendiri. KH. Said Aqil Siroj mengatakan, saat ini bisa saja seseorang berada dalam tahap surga dan neraka. Namun pasti akan tiba masanya dalam kesunyiannya orang itu melakukan ibadah semata-mata karena Allah, bukan karena berharap surga dan takut neraka (Kiai Said Aqil, 2018). [***]

Depok, 28 Mei 2018

Penulis adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya