Berita

Kamrussamad/Net

Pertahanan

Pengaktifan Koopssusgab Dapat Dukungan Dari Dunia Usaha

SELASA, 29 MEI 2018 | 01:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI sebagai bagian dalam menjamin keamanan aset investor dalam dan luar negeri mendapat sambutan hangat dari pengusaha.

Ketua Himpunan Pengusaha Koprs HMI (HIPKA) Kamrussamad menyebut bahwa pengusaha akan merasa yakin menanamkan modal jika ada jaminan stabilitas keamanan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Sementara keberadaan Koopssusgab dinilai sebagai langkah tepat memberikan jaminan tersebut.


"Pemerintah harus bergerak cepat untuk memulihkan kepercayaan investor setelah rentetan kejadian ledakan bom di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (28/5).

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakarat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol M Iqbal mengakui bahwa kerjasama antar lini diperlukan dalam menanggulangi terorisme di Indonesia.

Koopssusgab merupakan salah satu solusi hal tersebut. Pelibatan TNI itu, sambungnya akan diatur secara detail dalam peraturan presiden (Perpres).

"Nanti itu adalah perpres yang akan dibreakdown, dan akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Polri dan TNI," jelas Iqbal.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menegaskan bahwa teknis Koopssusgab akan dirinci melalui perpres. Perpres ini, sambungnya, akan segera diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Perpres sebagai instrumen teknikal nanti akan dilahirkan segera," ungkap Moeldoko.

Nantinya, sambung Moeldoko, keberadaan Koopssusgab menjadi pasukan super elit yang siaga. Artinya, jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengamankan kondisi negara mereka akan siap sedia.

Pelibatan Koopssusgab itu harus dalam kondisi eskalasi tinggi berdasarkan perintah presiden setelah mendapatkan gambaran informasi terkini dari aktor keamanan negara, seperti Menkopolhukam, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, dan Mendagri.

Dukungan terhadap keberadaan Koopssusgab ini juga muncul dari parlemen. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi menilai bahwa keberadaan perlu didukung dengan payung hukum yang jelas, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan Kepolisian.

"Karena teroris bukan hanya ranah polisi, tapi juga ada lembaga lain, seperti TNI. Diatur supaya sinergi dan tidak konflik terus," imbuh Bobby. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya