Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Ancaman SS Untuk Jokowi Bukti Generasi Zaman Now Putus Asa

SENIN, 28 MEI 2018 | 21:16 WIB | LAPORAN:

Ancaman dari bocah berusia 16 tahun berinisial SS dinilai sebagai bentuk nyata, dari keputusasaan generasi muda yang sudah hilang kepercayaannya terhadap kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Ancaman anak di bawah umur membunuh Jokowi bukti generasi zaman now, sudah hopeless dan kehilangan kepercayaan dengan kepemimpinan Jokowi yang suka numpuk hutang dan sulitnya orang tua mereka mendapatkan penghasilan keluarga," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/5).

Ancaman itu juga menurut Arief, menandakan bahwa SS yang masih muda, merasa masa depannya yang gemilang tak bisa dijamin oleh pemerintahan Jokowi jika terus dilanjutkan sampai dua periode.


Karenanya, menurut Arief, pihak kepolisian tak perlu menanggapi kasus itu dengan membawa kasus SS ke ranah hukum.

"Sebaiknya tidak perlu ditindaklanjuti ke ranah hukum oleh Polisi," imbaunya.

Justru menurut dia, Jokowi harusnya mendatangi anak di bawah umur itu yang mengancamnya dan menanyakan langsung sebab musabab kenapa sampai mengancam dirinya.

"Nah kalau Joko Widodo berani menemui dan menanyakan langsung kita sangat apresiasikan dah. Tanyakan kepada anak dibawah umur itu kebijakan apa yang telah diambil Joko Widodo hingga anak dibawah umur itu mau mengancam Joko Widodo," paparnya.

Ia kembali menekankan, sebaiknya pihak kepolisian tak perlu melanjutkan kasus tersebut.

"Sebaiknya dihentikan saja dan Polisi usulkan pada Pak Joko Widodo untuk memaafkan sajalah. Komisi perlindungan Anak Indonesia harus juga bisa jadi jembatan antara anak dibawah umur tersebut untuk bertemu dengan Joko Widodo agar kasus tidak dilanjutkan oleh Polisi," pungkasnya. [fiq]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya