Berita

Dunia

Beredar Petisi Online, Mahathir Diusulkan Terima Nobel Perdamaian

MINGGU, 27 MEI 2018 | 10:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perdana Menteri Malaysia DR. Mahathir Mohamad diusulkan mendapat Nobel Perdamaian atas keputusan besar yang diambilnya kembali ke medan politik di usia 93 untuk memperbaiki keadaan.

Mahathir yang pernah memimpin pemerintahan Malaysia pada kurun 1981 hingga 2003 memutuskan untuk kembali ke panggung politik dan memimpin koalisi besar yang disebut Pakatan Harapan. Koalisi ini memenangkan pemilihan umum di Malaysia dua pekan lalu.

Kini tengah beredar sebuah petisi online di Change.org, Petisi online ini diinisiasi Alexandria Abishegam seorang warganegara Malaysia.


Di dalam pengantarnya, Abishegam mengatakan Mahathir menyisihkan kepentingan politik pribadi dan mau bahu membahu dengan tokoh-tokoh oposisi lain seperti Anwar Ibrahim, Lim Kit Siang, dan Mohamad Sabu untuk menyelamatkan Malaysia.

Dia juga menggarisbawahi fokus Mahathir pada prinsip transparansi, demokrasi, dan kewibawaab hukum.

"Kenyataan bahwa Tun DR. Mahathir juga secara terbuka mengakui kesalahan dirinya dan meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu membuat dirinya sungguh Orang Besar," katanya.

"Kemenangan Tun DR, Mahathir dalam pemilihan umum mengalahkan penguasa Barisan Nasional yang telah berkuasa lebih dari 60 tahun bukan hanya luar biasa dan historik, tetapi juga membawa fajar Malaysia Baru," tulis Abishegam lagi.

Dia juga menyamakan Mahathir dengan Nelson Mandela, tokoh anti arpatheid di Afrika Selatan.

Saat berita ini diturunkan, petisi online itu sudah ditandatangani lebih dari 5.000 orang. [dem]    

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya