Berita

Foto/Net

Politik

Kebijakan Jokowi Naikkan THR PNS Perlu Diberi Jempol

SABTU, 26 MEI 2018 | 23:57 WIB | LAPORAN:

. Partai Gerindra menyambut baik penerbitan Peraturan Pemerintah tentang kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 untuk pensiunan, pegawai negeri sipil, prajurit TNI, dan anggota Polri sebesar 69 persen.

"Perlu diberi jempol karena selama era Joko Widodo gaji PNS/TNI dan Polri serta pegawai honorer tidak pernah naik," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono melalui pesan elektronik yang dipancarluaskannya, Sabtu (27/5).

Arief mengatakan THR dan gaji ke-13 yang dikeluarkan Pemerintah Jokowi tersebut harus dijadikan benchmark bagi perusahaan-perusahaan swasta untuk beralasan tidak membayar THR bagi para pekerjanya.


"THR kepada pekerja adalah wajib dan berlaku juga bagi negara yang sudah memperkerjakan rakyatnya di instansi-instansi pemerintah. Jadi pemberian THR oleh Pemerintah Joko Widodo sebuah prestasi," imbuh Arief.

Konsekuensinya, kata Arief, para PNS, TNI dan Polri serta pensiunan harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sebab gaji dan THR mereka itukan dari uang pajak yang dipungut dari masyarakat.

Selain itu Arief berharap THR yang dikeluarkan oleh Pemerintah hampir Rp 37,5 triliun bisa mendorong daya beli masyarakat saat hari raya nanti.

"Dengan kata lain bisa memberikan sedikit pertolongan pertama secara sesaat untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Walaupun barang-barang dan jasa yang akan dikomsumsi masyarakat memiliki kandungan bahan baku impor 60%," katanya.

Terakhir Arief meminta kebijakan Jokowi tersebut tidak perlu dipolitisasi. Bahkan dia berharap Jokowi bisa bagi-bagi sembako secara nasional kepada jutaan masyarakat miskin di Indonesia jelang hari raya.

"Gerindra akan mengusulkan pada Pemerintah Joko Widodo untuk menaikan gaji PNS, TNI, Polri dan pegawai honorer, serta tidak lupa mengangkat pegawai honorer pemerintah seperti guru dan tenaga perawat yang jumlahnya jutaan orang menjadi PNS. Pokoknya Kita dukung pemberian THR-nya Pak Joko Widodo," tukas Arief.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya